AMLAPURA, Radar Bali.id – Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Karangasem kembali mencatatkan jumlah pendaftaran murid baru yang minim.
Baca Juga: Darurat Siswa Baru di Jembrana: SDN 5 Pohsanten Zonk, 21 Sekolah Kritis
Bahkan, terdapat dua SD Negeri di Karangasem yang sama sekali tidak mendapatkan siswa pada penerimaan tahun ajaran ini. Kondisi memprihatinkan ini terus berulang setiap tahunnya.
Menanggapi fenomena tersebut, DPRD Karangasem mengusulkan agar sekolah-sekolah yang kekurangan siswa segera digabung (regrouping).
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Wayan Sudira mengatakan, penggabungan siswa baru dari sekolah yang minim peminat sangat penting dilakukan demi memaksimalkan proses belajar mengajar.
”Jadi bisa lebih efektif belajar mengajarnya. Itu solusi jangka pendeknya,” ujar Sudira, Selasa (14/7/2026).
Pihaknya berencana segera menggelar koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem untuk mencari solusi permanen atas masalah tahunan ini.
Sudira juga menyoroti adanya ketimpangan di lapangan, di mana terdapat sekolah yang jumlah gurunya justru lebih banyak dibandingkan jumlah siswanya. ”Padahal di Karangasem ini kita masih kekurangan tenaga guru,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdikpora Karangasem I Made Adriana Putra menyampaikan bahwa pihak dinas akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Menurutnya, ada banyak indikator dan kalkulasi yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan regrouping.
”Akan kami kaji terlebih dahulu terkait rencana tersebut,” singkatnya. [*]
Editor : Hari Puspita