Pengabdian Prodi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan (MPWD) Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar: Membangun Desa Tuwed Berkelanjutan dan Berdampak

Admin Radar Bali • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:52 WIB
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

 

JEMBRANA, radarbali.jawapos.com - Sebagai bentuk implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Kali ini dengan tema pengabdian masyarakat yaitu Identifikasi dan Pemetaan Potensi Mangrove, Pengelolaan Sampah dan Mewujudkan Ekowisata Mangrove di Desa Tuwed Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan.

Pengadian ini melibatkan para dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar dan dihadiri oleh perangkat Desa Tuwed, perangkat Desa Adat Tuwed, LPM, BPD, Pokdarwis, kelompok pelestari mangrove, Pokdaerwis, dan kelompok wanita.

Pengabadian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2026 dengan mengambil tiga bahasan pokok yaitu perencanaan ekowisata manggrove, pemetaan potensi mangrove dan pengelolaan sampah di Desa Tuwed.

Menurut Direktur Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. Eng. I GD Yudha Partama, S.Si., M.Si menyatakan bahwa pengabdian masyarakat di Desa Tuwed sebagai langkah penting dalam memetakan potensi Desa Tuwed.

Di mana salah satu potensi penting adalah ekowisata mangrove di Desa Tuwed. Persoalan lain yang menjadi perhatian serius adalah sampah batok kelapa muda yang ada di Desa Tuwed.

Dalam kesempatan ini, tim pengabdian masyarakat Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar akan memberikan solusi melalui Focus Group Discussion (PGD) perencanaan ekowisata manggrove, pemetaan/penyusunan site plan ekowisata mangrove dan pelatihan pengolahan sampah batik kelapa muda.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Tuwed menyatakan menyambut baik pelaksanaan pengabdian masyarakat dari Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar dan ide/solusi yang diberikan akan dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di Desa Tuwed.

Dalam pelaksanaan Group Discussion (PGD) perencanaan ekowisata mangrove terungkap beberapa hal penting yang diperhatikan dalam tata kelola ekowisata mangrove.

Yaitu penguatan kelembagaan pengelola, edukasi, pelestarian ekologi mangrove, pemberdayaan masyarakat, pemetaan potensi ekowisata mangrove yang terintegrasi dengan wisata Mekepung, termasuk penyiapan sarana pendukung seperti parkir, toilet dan perencanaan jangka panjang ekowisata mangrove.

Pada kesempatan tersebut diserahkan pula bak sampah dan kenang-kenangan dari Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Perdesaan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar. (kal)

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
pkm unmas denpasar unmas denpasar