GEROKGAK, radarbali.jawapos.com – Suasana syahdu dan harum wangi dupa yang menyatu dengan gema sakral mantra menyelimuti puncak peringatan HUT ke-21 SMA Negeri 2 Gerokgak (SMANDARA) pada Jumat (31/7/2026). Peringatan dua dekade lebih berdirinya sekolah ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga momentum refleksi dalam mewariskan tradisi positif dan memperkuat karakter generasi muda menuju era keemasan Indonesia.
Acara dibuka dengan anggun melalui pementasan Tari Jalapati Giri Mandara, tarian kebesaran SMAN 2 Gerokgak. Tarian ini kaya akan filosofi Nyegara Gunung—konsep keseimbangan antara samudera (Segara) dan gunung (Giri) yang menjadi simbolik historis berdirinya sekolah tersebut.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Suwardi Rasyid, menekankan bahwa esensi dari perayaan ini adalah keberlanjutan tradisi.
"Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia Indonesia secara utuh. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya menjadi seni mewariskan tradisi dan budaya yang positif kepada generasi penerus," tegas Rasyid.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 2 Gerokgak, I Gede Suparta, M.Pd., mengamini pentingnya proses regenerasi budaya organisasi yang sehat. Menurutnya, pimpinan sekolah harus berani melakukan refleksi dan otokritik terhadap manajemen internal. Hal-hal baik yang telah terbangun wajib dipertahankan dan terus dikembangkan demi kemajuan sekolah.
Camat Gerokgak, I Gede Arya Rimbawa Giri, S.IP., M.A.P., yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi keluarga besar SMANDARA.
- Sinergi dan Komunikasi: Beliau mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan untuk selalu hadir di setiap ruang pembinaan pemuda. Sebab itu, lembaga pendidikan memegang peran vital untuk mengisi ruang kosong tersebut dengan komunikasi terbuka sebagai kunci utamanya.
- Pesan untuk Siswa: Kepada para siswa, Camat Gerokgak berpesan agar adaptif namun tetap kritis di era digital. "Jika ingin sukses, pintar-pintarlah memanfaatkan teknologi. Jangan sampai karakter kalian tergerus oleh influencer negatif. Kalian adalah calon pemimpin yang akan mengisi era keemasan bangsa ini," pukasnya.
Kehadiran Tokoh dan Kemeriahan Acara
Puncak peringatan HUT ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh pendidikan, di antaranya:
- Kompol I Made Derawi, SH. (Kapolsek Gerokgak)
- I Gusti Made Astika, M.Pd. (Pengawas Satuan Pendidikan Prov. Bali)
- Putu Sudarma, S.Pd., Gr., M.Pd. (Korwil Pendidikan Wilayah Gerokgak)
- Kepala Sekolah se-Kecamatan Gerokgak dan Pengurus Komite SMAN 2 Gerokgak.
(Catatan: Danramil Gerokgak serta 6 anggota DPRD Kabupaten Buleleng Dapil Gerokgak berhalangan hadir karena agenda kedinasan lain).
Pesta Seni dan Penutup yang Meriah
Kemeriahan peringatan makin terasa melalui beragam pertunjukkan bakat interaktif:
1.Dance Cuci Tangan: Penampilan edukatif dari pemenang lomba PMR Madya asal SMPN 1 Gerokgak.
2.Atraksi Pencak Silat: Peragaan ketangkasan dan seni bela diri dari siswa SMAN 2 Gerokgak.
3.Parade Musik: Penampilan Juara 1 SMANDARA Music Competition dari SMKN 1 Gerokgak.
Setelah prosesi khidmat pemotongan kue HUT oleh Kepala Sekolah bersama para tamu undangan, acara ditutup dengan gelak tawa dan kegembiraan.
Bintang tamu grup band humor "BOLOT WER-WER" naik ke atas panggung, sukses mengobati rasa lelah panitia sekaligus menghibur seluruh siswa yang hadir hingga akhir acara.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com