DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Dalam rangka mendukung adaptasi teknologi dan penguatan pemahaman akademisi serta praktisi mengenai penerapan kecerdasan artifisial, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar menyelenggarakan Mahasaraswati Seminar Nasional Pendidikan Matematika (MAHASENDIKA) IV tahun 2026 dengan tema "Transformasi Pendidikan Matematika di Era Artificial Intelligence: Mewujudkan Pembelajaran Mendalam, Adaptif, dan Berkelanjutan".
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting pada hari Jumat, 14 Agustus 2026 sejak pukul 08.00 WITA.
Di era digital saat ini, kemampuan memanfaatkan teknologi AI, memahami pola pembelajaran mendalam, hingga menerapkan berpikir komputasional menjadi skill penting untuk dunia pendidikan.
Melalui seminar nasional ini, dibahas mengenai bagaimana kecerdasan artifisial diintegrasikan dalam pembelajaran matematika, etnomatematika, hingga asesmen pembelajaran masa depan.
Acara ini sangat cocok untuk dosen, guru, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang ingin memperbarui inovasi pembelajaran dengan cara yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah pakar pendidikan terkemuka, yaitu Prof. Dr. Sutarto, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Pendidikan Mandalika selaku Keynote Speaker, Dr. Drs. Wara Sabon Dominikus, M.Sc. dari Universitas Nusa Cendana Kupang, dan I Putu Ade Andre Payadnya S.Pd., M.Pd. yang merupakan Dosen PSP Matematika FKIP UNMAS Denpasar. Antusiasme peserta dalam kegiatan seminar ini terlihat sangat baik.
Para peserta tampak bersemangat dan antusias saat mendengarkan narasumber menyampaikan materi.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan mengajar di era modern saat ini.
Salah satu pertanyaan yang banyak dibahas adalah mengenai strategi guru dalam menjaga pembelajaran tetap mendalam di tengah instannya teknologi AI.
Selain itu, salah satu peserta juga menanyakan kesiapan kurikulum sekolah dalam menghadapi transisi ke era digital ini.
Narasumber menjelaskan bahwa guru maupun calon guru harus terus meng-upgrade kemampuan teknologi agar bisa mengarahkan siswa memanfaatkan AI secara bijak, bukan malah menjadikannya sebagai sarana untuk berbuat curang.
Melalui seminar ini, peserta memperoleh banyak ilmu dan wawasan baru mengenai pentingnya inovasi pendidikan sejak dini. (kal)
Editor : Rosihan Anwar