SEMARAPURA,radarbali.id - Jaring milik seorang nelayan di Desa Kusamba, I Wayan Suparta robek, Senin (25/9) pagi. Bukan karena lumba-lumba seperti yang selama ini terjadi, namun karena dihantam kapal tangker yang melintas di lokasi tempat nelayan mencari ikan.
Akibatnya, harapan Suparta untuk mendapat ikan pupus langsung pupus. Tidak hanya merugi lantaran bahan bakar minyak (BBM) yang dia keluarkan untuk melaut tidak balik modal, dia juga harus memperbaiki jaringnya yang robek.
“Saya lihat ada kapal datang dari arah barat. Saya sudah coba memberi tanda dengan menghidupkan lampu agar kapal itu berhenti,” terangnya.
Hanya saja kapal tangki yang diperkirakannya mengangkut BBM itu tidak bisa menghindar, dan langsung menabrak jaring nelayan yang telah ditebar. “Jaringnya diterobos, robek dan rusak semua jaring saya,” katanya.
Dia berharap pihak terkait untuk memperhatikan kapal-kapal nelayan yang ada di perairan sehingga peristiwa serupa tidak berulang. Sehingga tidak lagi merugikan para nelayan yang nasibnya bergantung pada alam.
Apalagi semakin ramai lalu lalang kapal berukuran besar di perairan Kusamba yang selama ini menjadi kawasan nelayan menangkap ikan. “Saya rugi lebih dari Rp3 juta,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan