Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gempar! Lagi, Hiu Paus Terdampar di Pantai Pekutatan, Ketiga Dalam 2 Bulan di Tempat yang Sama

Muhammad Basir • Jumat, 3 November 2023 | 15:00 WIB
DICEK: Warga mengidentifikasi Hiu Paus jumbol yang ditemukan di lokasi sama di pantai Pekutatan.
DICEK: Warga mengidentifikasi Hiu Paus jumbol yang ditemukan di lokasi sama di pantai Pekutatan.

NEGARA, radarbali.id - Hiu paus tutul kembali ditemukan mati terdampar di pantai Pekutatan, Kamis (2/11).

Dalam dua bulan terakhir, hiu mati terdampar ini ketiga kalinya terjadi di tempat yang sama, Pantai Yeh Kuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan. Bahkan ukuran hiu paus yang Terdampar hampir sama dengan dua temuan sebelumnya. Namun untuk penyebab kematian hiu, masih diperiksa oleh instansi terkait.

Hiu paus terdampar tesebut ditemukan warga, kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pekutatan.

"Saat ditemukan warga terdampar, hiu paus sudah dalam kondisi mati," ujar Kapolsek Pekutatan, Kompol I Wayan Suastika, Kamis (2/11/2023).

Dari pemeriksaan awal kepolisian, hiu paus yang mati terdampar memiliki ukuran panjang 5 meter dan lebar 1,5 meter.

Polsek Pekutatan selanjutnya berkoodinasi dengan instansi terkait untuk penanganannya.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Resort Jembrana Ahmad Januar mengatakan, hiu paus yang terdampar tidak ditemukan luka pada bagian luar.

 Baca Juga: Bahaya Kepulan Asap, Dinas Kesehatan Kota Denpasar Buka Pos Kesehatan Bagi Pasukan Hijau di TPA Suwung

Sehingga, diduga matinya hiu paus karena sakit. Namun untuk memastikan penyebab matinya hiu paus harus dilakukan nekropsi atau pembedahan. "Kemungkinan karena sakit," ujarnya.

Temuan hiu paus mati terdampar di pantai yang sama sudah terjadi ketiga kalinya dalam dua bulan terakhir. Karena lokasi dan jenis hiu paus yang sama, hiu paus terdampar karena berada di perairan dangkal untuk mencari makan.

JUMBO: Ikan Hiu Paus tutul di ukur oleh petugas sebelum akhirnya di kubur.
JUMBO: Ikan Hiu Paus tutul di ukur oleh petugas sebelum akhirnya di kubur.

"Analisa kami, di laut sekitar lokasi tersebut banyak makanan hiu paus,namun karena perairan dangkal membuat hiu paus terdampar lalu mati," ujar Koordinator Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jembrana Andri Purna Jatmiko.

Baca Juga: Menolak Perasaan Temanya dan di Ejek Gay, Bryan Diseret ke Pengadilan Terancam Penjara Seumur Hidup

Dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) yang melakukan nekropsi pada hiu paus, menduga sebelum paus terdampar sempat terkena jaring nelayan. Karena pada kepala hiu paus ada bekas luka jaring. Luka itu membuat hiu paus sakit lalu mati.

 

"Dari badan hiu ada luka diduga bekas jaring," ujar Hasnaulhusna, dokter hewan yang melakukan nekropsi.

Selain pemeriksaan luar, tim dokter juga mengambil sampel mulai dari saluran pencernaan dan organ dalam lainnya. Temuan lain dari saluran pencernaan, selain adanya bekas makanan juga terdapat ranting kayu dan plastik.

 Baca Juga: Tangani Dugaan Kasus Asusila Tersangka Jero Dasaran Alit, Begini Penjelasan Kejari Tabanan…

"Sampel masih perl diperiksa lebih lanjut di laboratorium," tandasnya.

Setelah prosesi nekropsi, hiu paus selanjutnya dikubur di pantai dengan bantuan alat berat.***

Editor : M.Ridwan
#terdampar #hius paus tutul #pantai pekutatan