SEMARAPURA, radarbali.id - Sejumlah bencana alam terjadi di Kabupaten Klungkung setelah guyuran hujan sejak Minggu (3/12) malam. Mulai dari pohon tumbang hingga tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Salah satunya peristiwa jebolnya senderan Pura Puseh, Desa Adat Tegal Wangi, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan.
Jebolnya senderan yang baru dibangun enam bulan lalu dengan anggaran dari Pemprov Bali itu diduga karena guyuran hujan deras sejak Minggu (3/12) malam membuat lahan di atas senderan tidak kuat menahan air. Bencana alam yang diketahui warga sekitar pukul 03.00 itu sempat menutup badan jalan sehingga tidak dapat dilalui pengendara.
“Anak-anak yang sekolah di SDN 3 Nyalian dan SMP 2 Nyalian terpaksa memutar ke Bakas untuk bisa sampai sekolah,” terang Petajuh Desa Adat Tegal Wangi, Made Laba.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa jebolnya senderan sepanjang 10 meter dengan tinggi lima meter tersebut. Namun kerugian ditafsir mencapai Rp30 juta. Sehingga besar harapannya pemerintah dapat membantu perbaikan senderan yang jebol tersebut.
“Senderan ini memiliki total panjang 50 meter. Baru dibangun enam bulan lalu dengan anggaran bersumber dari Provinsi Bali,” katanya.
Mengingat Pemkab Klungkung tidak memiliki anggaran kebencanaan untuk membantu perbaikan senderan tersebut, Plt Bupati Klungkung, Made Kasta yang menyempatkan diri mengecek lokasi kejadian meminta kepada pihak desa untuk segera membuat proposal perbaikan senderan yang diajukan ke Pemprov Bali.
“Kami bisa mengeluarkan rekomendasi agar senderan ini dapat diperbaiki dengan anggaran bersumber dari Provinsi Bali,” tandasnya.
Selan itu, senderan jalan menuju Banjar Petapan, Desa Aan juga mengalami longsor akibat tergerus air hujan. Sementara di sejumlah wilayah di Klungkung terjadi peristiwa pohon tumbang.***
Editor : M.Ridwan