Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Berstatus Mrs. X, Jenazah Komsiatun akhirnya Dijemput Keluarga, Begini Ceritanya

Francelino Junior • Minggu, 21 Januari 2024 | 18:05 WIB
DIBAWA PULANG: Keluarga Komsiatun, mengambil jasad perempuan yang ditemukan di TNBB  ini untuk dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.(foto:polres buleleng)
DIBAWA PULANG: Keluarga Komsiatun, mengambil jasad perempuan yang ditemukan di TNBB ini untuk dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.(foto:polres buleleng)

SINGARAJA, RadarBali.id-Jenazah Komsiatun, 45, akhirnya dijemput keluarganya dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Sabtu (20/1/2024) sekitar pukul 11.30 Wita di RSUD Buleleng.

Komsiatun sebelumnya ditemukan mengambang di perairan TNBB, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak pada Kamis (18/1/2024) sekitar pukul 07.00 Wita.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan jenazah Komsiatun dijemput sejumlah keluarganya dipimpin Rusdu, kakak kandungnya. Yang kemudian diserahterimakan dari pihak kepolisian kepada keluarga wanita asal Dusun Plumpang itu.

“Jenazah sudah diserahkan pukul 11.30 Wita bertempat di RSUD Buleleng, dari polisi yang diterima oleh keluarganya bernama Rusdu, kakak kandung korban,” ujar AKP Diatmika dikonfirmasi pada Sabtu (20/1/2024) siang.

Kedatangan keluarga Komsiatun, setelah berhasilnya identifikasi jenazah perempuan yang mengambang oleh Tim Inafis Sat Reskrim Polres Buleleng bersama Labfor Polda Bali pada Jumat (19/1/2024).

Polisi lalu menghubungi Tumito, Kepala Desa Plumpang untuk menginformasikan sekaligus membenarkan Komsiatun merupakan warganya. Tumito membenarkan dan menyebutkan bahwa wanita berusia 45 tahun itu memiliki riwayat depresi dan kanker otak.

“Kepala Desa Plumpang mengatakan Komsiatun memiliki riwayat depresi karena perceraian dan kanker otak. Kami akhirnya meminta agar keluarga korban datang ke Polsek Gerokgak untuk pemeriksaan,” sambungnya.

Untuk saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait ditemukannya Komsiatun yang mengambang di perairan TNBB. Apalagi ia diduga meninggal murni bukan karena tenggelam, berdasarkan ciri-ciri yang tampak dari pemeriksaan tim medis.

"Meskipun keluarga sebut ada riwayat penyakit, tetapi saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait ditemukannya Komsiatun mengambang di perairan," lanjut Kasi Humas Polres Buleleng.

Diberitakan sebelumnya, jenazah perempuan ditemukan mengambang di perairan Pantai Prapat Agung di wilayah Seksi II Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, pada Kamis (18/1/2024) sekitar pukul 07.00 Wita.

Jenazah yang belakangan diketahui identitasnya bernama Komsiatun asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur ditemukan oleh dua nelayan asal Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana yakni Misman, 64, dan Oktavia Nanda Pranata, 23, yang hendak memancing ikan menggunakan sampan. 

Saat di lokasi, mereka melihat ada benda terapung yang setelah didekati ternyata mayat perempuan. Kaget dengan penemuan itu, mereka langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Pos Polair Gilimanuk, yang diteruskan ke Pos Polair Teluk Terima.

Jenazah perempuan itu kemudian dievakuasi Sat Polair menggunakan boat menuju ke Pos 1 Seksi II TNBB. [*]

Editor : Hari Puspita
#mrs. x