DENPASAR, radarbali.id - Blaaarrr!. Api tiba-tiba menyalak dan membara. Itulah musibah yang dialami Anak Agung Gede Hendra Kusuma, warga Jalan Ciung Wanara II, Renon, Denpasar. Kebakaran hebat melanda SPBU Nomor 5480110, Jalan Cokroaminoto, Banjar Balun, Denpasar Utara.
Kejadian berlangsung Senin 19 Februari 2024 sekitar pukul 13.30. Selain alami kerugian materil lumayan banyak, dua karyawan nyaris tewas karena alami luka bakar serius sekujur tubuh.
Informasi yang dihimpun dari petugas BPBD Kota Denpasar, Pos GSD bahwa setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya langsung kerahkan ke Lokasi.
Selain armada damkar, Ambulans PSC disertakan, sebab dua karyawan SPB bernama Muhammad, Anwar, 28, dan Muhammad Mubarok, 27, alami luka bakar serius.
"Korban dua orang ini, sama-sama berasal dari Banyuwangi," ungkap sumber anggota petugas BPBD Kota Denpasar, Selasa (20/2).
Dikatakan, hasil Observasi di lapangan, Anwar mengalami luka bakar grade 1 pada kedua kaki dan kepala. "Ya, mengalami luka bakar kurang lebih 45 perseb. Kondisi lemah, kesadaran menurun," kisahnya.
Kemudian, Mubarok mengalami luka bakar grade 2 di kedua tangan, kedua kaki dan kepala. Pun luka bakar 63%. Dia tidak mengeluh sesak. Namun kondisi lemah dan kesadaran menurun.
"Keduanya lalu dievakuasi ke RSUD Wangaya, dan menjalani perawatan medis," papar sumber sembari meminta namanya dirahasiakan.
Terkait dengan ini, salah satu petugas SPBU dijumpai di kawasan lokasi, Selasa (20/2), mengatakan api diketahui muncul dari Tangki BBM Pendam, SPBU Nomor 5480110.
"Tangki Pendam ini nempung kapasitas 20 ton jenis Pertamax," bebernya karyawan SPBU ini. "Biaya perawatan dua orang teman kami, ditanggung bos," paparnya.
Dijelaskan, memang sejak Jumat 16 Februari 2023, SPBU milik Anak Agung Gede Hendra Kusuma, warg Jalan Ciung Wanara II, No.8, Renon, Denpasar, tidak beroperasi.
Karena memang tangki Pendam dibiarkan dalam keadaan kosong. Memang dilakukan pengosongan Tangki Pendam SPBU karena Kalibrasi.
"Ya, pembersihan tangki guna dilakukan tera oleh Pertamina," tambah petugas ini.
Lalu pekerja freelance bernama Muhammad Anwar dan Muhammad Mubarok melakukan pembersihan Tangki Pendam Pertamax Kapasitas 20 ton. Keduanya diketahui mulai bekerja sekitar pukul 10.30, setelah tiba di lokasi.
Yang dilakukan pertama kali penyedotan sisa minyak menggunakan spon dan blower. Namun saat blower hidup terjadi ledakan, sekitar pukul 11.00.
Terdengar ledakan dari tangki pendam, lalu api muncul dekat pompa tangki dan terjadi kebakaran. Melihat kejadian tersebut, para karyawan berusaha memadamkan api dengan alat pemadam seadanya.
Dua unit PMK Kota Denpasar tiba dan memadamkan. "Kami terkejut ketika mendengar ledakan. Dan dua Pegawai Freelance berusaha memadamkan api yang menyala-nyala di tubuh mereka," tambah sumber yang juga selaku saksi mata.
Dua karyawan yang sedang melakukan Kalibrasi Tangki Pendam berusaha menghindar dari lokasi tangki.
Lalu memadamkan api pada tubuh mereka. "Ya, kami sempat melihat adanya percikan api yang keluar dari pompa pendam. Kemudian terjadi ledakan dan api dengan cepat menyambar tangki pendam yang sedang merek bersihkan," imbuhnya.
Dia mengatakan, dua korban mengalami luka bakar ini datang ke lokasi dan melakukan pembersihan itu atas perintah bosnya Komang Swastika.
Lagi dikatakan karyawan SPBU ini, penyebab kebakaran terjadi diduga karena hubungan arus pendek yang terjadi pada Pompa Tangki Pendam.
"Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil dialami mencapai puluhan juta, dan dua orang mengalami luka serius," tutupnya. Terkait dengan ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi belum bisa dimintai konfirmasi.***
Editor : M.Ridwan