Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sadis! Dipicu Cemburu Buta, Janda Ditikam, Dipukul dan Ditendang, Polisi Buru Made Putra Adnyana, Siapa Dia?

Andre Sulla • Selasa, 27 Februari 2024 | 03:25 WIB

 

JANDA ANAK SATU: Seorang janda anak satu korban penusukan seorang lelaki Made Putra Adnyana yang kini diburu polisi.
JANDA ANAK SATU: Seorang janda anak satu korban penusukan seorang lelaki Made Putra Adnyana yang kini diburu polisi.

DENPASAR, radarbali.id - Polisi memburu seorang lelaki bernama Made Putra Adnyana, 45. Ia kabur dan bersembunyi setelah melakukan penganiayaan secara brutal diduga cemburu buta.

Bahkan 3 kali melayangkan tusukan menggunakan benda tajam pada tubuh janda satu anak, Ni Wayan Sri Ari, 43. Kejadian berlangsung kos No 4, Gang Kebak Sari, No 23, Banjar Abiantimbul, Pemecutan Klod, Jalan Gunung Soputan, Denbar,  Minggu 25 Februari 2024 sekitar pukul 19.45. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, peristiwa ini memulai ketika pria tersebut datangi kosan wanita asal Dusun Keboan Kidul, Keboan, Ngusikan, Jombang, Jawa Timur.

Diduga dalam keadaan marah, sebab dia sempat gedor pintu kamar sambil teriak-teriak.

"Setahu kami ke duanya diduga memiliki hubungan khusus yakni diduga berpacaran. Pria itu sering keluar masuk kosan bu Ari," bener salah satu dari sejumlah penghuni kosan di lokasi kejadian, Senin (26/2/2024). 

Bahkan selama ini, kedua pasangan diketahui pendiam ini akur-akur akur saja. Seperti yang diketahui, umumnya sikap dan sifat warga Bali sangat baik dan ramah.

"Namun sekejap saja, terjadi pertikaian hingga adanya keributan, penusukan disertai pukulan dan tendangan,"kisah sumber.

Akibat insiden itu katanya, sejumlah tetangga kos tak menyangka dengan adanya aksi bringas dilakukan oleh pria sapaan Pak De, itu. 

"Biar tidak salah, konfirmasi ke Polisi saja. Kami tidak tahu motifnya," pintar warga setempat.

Sementara itu, situasi di kosan (TKP) telah dipasangi Garis Polisi yang membentang pintu kamar kosan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan. Dikatakan, pihaknya telah mintai keterangan beberapa saksi. Walaupun demikian, motifnya masih diselidiki.


Dijelaskan Jubir Polresta Denpasar, bahwa ketika Ari (korban) berada di dalam kamar, terdengar suara Made Putra Adnyana memanggil-manggil sambil gedor pintu sekitar pukul 18.00.

Ia sempat membuka namun bergegas ditutup dan dikunci dari dalam setelah terlibat saling dorong pintu karena lelaki ini memaksa masuk. Walaupun demikian, ia pintu didobrak dan akhirnya terbuka.

Setelah berhasil masuk, tanpa basa basi dia langsung menusuk ke arah dada namun dapat di tepi sehingga mengenai tangan kiri, tepatnya dibawah siku.

Kemudian wanita tersebut dan dipukul di bagian pinggang lalu terjatuh. Dalam posisi terjatuh itu, dia kembali menusuk paha kanan bagian dalam, dan paha kiri bagian luar.

"Kejam lelaki ini. Korban yang sudah terbujur lemas, dia mengambil kopi bubuk kemudian ditaburkan ke tubuh wanita ini," kisah AKP Sukadi.

Usai menabur serbuk kopi, ia bergegas pergi. Tetangga kosan keluar dari kamar.  Sayang yang lain takut, sehingga tidak ada yang berani mendekat ke kamar (TKP).

Ada salah satu dari mereka memberatkan diri mendekat. Namun karena syok melihat bercak darah dalam kamar, tetangga ini meminta tolong warga setempat bernama Putu Astika, yang sementara membuat penjor di rumah Ni Wayan Sumerti.


"Putu Astika dan Ni Wayan Sumerti bergegas ke kos tersebut. Benar korban  bersimbah darah, melihat hal itu saksi bertanya kepada korban dan dijawab oleh korban bahwa dirinya dibacok oleh seorang pria," ungkap AKP Sukadi mengutip keterangan saksi-saksi ini.

Kala itu, Ari meminta bantuan mengambil HP-nya di meja lalu menghubungi anak  Putri Ari Andriani, 23, yang sedang berada di warung tak jauh dari lokasi Kejadian, untuk bergegas pulang.


"Anak korban mengira korban sedang sakit karena memiliki riwayat Vertigo. Ketika sampai dirumah, sang anak terkejut dan menangis ketika melihat banyak ceceran darah sampai di tangga," kisahnya.

Sang ibu yang saat itu masih duduk berlumuran darah di lantai itu menceritakan ke sang anak bahwa orang bernama Made Putra Adnyana lah yang nekat melakukan aksi tersebut.

Selanjutnya wanita ini dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar, menggunakan Ambulance BPBD Kota Denpasar. Para saksi ini tidak mengetahui secara pasti, apakah Ari mempunyai hubungan khusus dengan pelaku atau tidak.

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Satu luka tusuk bagian tangan kiri di bawah siku. Lalu satu luka tusuk bagian paha kanan dalam, dan satu luka tusuk bagian paha kiri luar. Motif kejadian masih lidik. Pelaku masih dikejar," tutupnya.***

Editor : M.Ridwan
#denpasar barat #penusukan #Made Putra #polresta denpasar #ditikam #janda anak satu