TABANAN, Radar Bali.id – Seorang pengendara motor Honda Scoopy asal Ancak Benoa Kuta Selatan, Desa Benoa, Kuta Selatan, Badung, tewas, usai kecelakaan adu jangkrik sebuah mobil Nissan X-Trail di Jalan Denpasar-Singaraja kilometer 41.
Korban pengendara motor Ni Wayan Suniati, 47 seorang pembantu rumah tangga tewas saat dalam perjalanan untuk mendapat penanganan medis menuju Puskemas Batutiri.
Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Adrian Rizki Ramadhan menyebut kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban tewas tertabrak sebuah mobil Nissan X-Trail bernopol DK 1123 AAT yang dikemudikan oleh I Gede Subagiada, 45 terjadi saat jalanan lagi hujan.
“Kemarin itu kejadiannya, Senin (26/2/2024), tapi baru kami mendapat laporan dari Polsek Baturiti setempat,” kata AKP Adrian, Selasa (27/2/2024).
Kecelakaan yang dialami korban bermula dari korban yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK 6463 FCU berboncengan dengan Ni Komang Surastini, 44.
Korban mengendarai sepeda motornya datang datang dari arah utara Jurusan Singaraja menuju arah selatan jurusan Denpasar dengan kecepatan sedemikian rupa.
Ketika melintasi jalanan menurun landai dengan kondisi jalan hujan deras kemudian pengendara motor Honda Scoopy diduga mengantuk. Dimana seketika malah mengambil haluan ke kanan hingga melewati marka as jalan.
Selanjutnya disaat bersamaan dari arah berlawanan datang sebuah mobil Nissan X-Trail yang dikemudikan I Gede Subagiada, sehingga menabrak korban.
“Lokasi kejadian tepat pada kilometer 41, masuk Banjar Pacung Desa Baturiti,” jelasnya.
Akibat peristiwa itu korban Ni Wayan Suniati mengalami luka robek pada dahi, memar pada bagian dada kiri, luka lecet pada lutut kaki kanan dan meninggal di perjalanan menuju Puskesmas Baturiti.
Sementara temannya Ni Komang Surastini kondisi selamat, namun masih menjalani perawatan di RSUD Tabanan. Karena mengalami luka robek di bawah lutut kaki kanan dan luka pada kepala bagian atas.
“Hasil penyelidikan dan olah TKP di lapangan, kecelakaan itu murni diakibatkan oleh korban yang mengendarai motor dalam kondisi mengantuk, sehingga berkendara melewati marka as jalan, yang membuat korban tertabrak,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita