Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sopir Taksi Nyaris Baku Hantam dengan Petugas Avsec Bandara, Cek Begini Gegaranya

Andre Sulla • Kamis, 21 Maret 2024 | 04:06 WIB

 

TEREKAM: Petugas AVSEC Bandara Ngurah Rai (pakai rompi) terlibat keributan dengan sopir taksi
TEREKAM: Petugas AVSEC Bandara Ngurah Rai (pakai rompi) terlibat keributan dengan sopir taksi

DENPASAR, radarbali.id - Aksi baku hantam nyaris terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ini melibatkan sopir taksi perorangan dengan Petugas Avsec Bandara, tepatnya di samping Solaria, Selasa tanggal 19 Maret 2024 sekira pukul 15.00.

Beruntung, hal yang menjadi tontonan warga lokal, tamu domestik dan mancanegara ini dapat dilerai.

Informasi yang dihimpun, terjadi keributan antara sopir taksi yang kabarnya tidak ada kerjasama operasional dengan Angkasa Pura 1.

Yakni I Wayan Santika petugas Avsec sedang bertugas bernama I Putu Fandi Priandana dan Dedek Angga Wiranata. Kejadian ini bermula ketika sang sopir menawarkan jasa Taksi kepada penumpang di Koridor Domestik (lorong Kupu - kupu).

Ternyata, pergerakannya di pantau oleh dua petugas Avsec yang sedang bertugas. Dua petugas menghimbau kepada Santika, untuk tidak melakukan kegiatan di koridor.

Teguruan itu berujung pada adu argumen, cekcok, hingga nyaris baku hantam antara sopir dan petugas Avsec.

Hal itu jadi tontonan, dan beruntung ada warga yang melerai. Wayan Santika menuju ke tempat parkir gedung, mengambil mobil dengan maksud untuk keluar dari bandara. Di pintu keluar gedung parkir Wayan Santika dihadang dua orang Petugas Bandara ini.

Santika memilih diam di dalam mobil sejenak. Lalu secara perlahan tancap gas menuju tol Gate keluar Bandara.

Ketika berada di gerbang, tol Gate tidak naik walaupun tiket parkir sudah diserahkan ke petugas Tol Gate. Dan di belakang mobil di pasang barier sehingga Wayan Santika tidak bisa maju dan mundur.

Sopir ini memilih turun dan berjalan kaki meninggalkan mobil, menuju arah keluar Bandara dan sampai di Patung Kuda.

Saat Turun dari Mobil, Wayan Santika dipanggil-panggil anggota Avsec untuk kembali namun tetap jalan menuju arah keluar Bandara. "Wayan Santika dapat diajak kembali oleh anggota polisi," tambah sumber petugas Polres Bandara, Selasa (19/3).

Yang bersangkutan dibawa ke kantor untuk menyelesaikan permasalahan secara damai. Langkah-langkah fungsi kepolisian yang telah dilakukan yakni mediasi untuk menyelesaikan permasalahan. Kedua belah pihak sepakat damai. Hasil analisa petugas kepolisian, dampak ekonomi yang ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai mendorong keberadaan sopir taksi perorangan untuk beroperasi.

Dan ini sudah berlangsung lama, lantaran tidak adanya aturan yang jelas terkait operasional taksi perorangan di Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Berdampak pada terjadinya gesekan gesekan, yang berimbas pada terganggunya kenyamanan dan kamtibmas di Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Kalau tidak ada kejelasan makan akan terulang kembali, gesekan antara taksi perorangan dengan perugas Avsec , taksi perorangan dengan taksi yang beroperasi resmi seizin Angkasa Pura 1," kisahnya. Karena itu, kedepan ada pihak yang mendorong Angkasa Pura 1 untuk segera menyusun Aturan Hukum secara jelas.

Terkait dengan gesekan tersebut Kasi Humas Polres Bandara Iptu Nyoman Darsana membenarkan, tentu atas seijin Kapolres. "Pelaku sempat diamankan di Polres Bandara. Dan untuk saat ini telah dipulangkan karena sudah melalui proses mediasi secara kekeluargaan," tutup Jubir Polres Bandara ini.***

Editor : M.Ridwan
#solaria #avsec bandara #baku hantam #sopir taksi