NEGARA, Radar Bali.id - Kapal Motor Penumpang (KMP) Samudra Utama mengalami kandas beberapa saat setelah bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk, Senin (6/5/2024).
Kapal yang akan menuju Pelabuhan Ketapang ini, kandas selama 6 jam. Apesnya, seluruh penumpang tidak dievakusi ke daratan. Akibatnya selama kapal kandas penumpang berada dalam kapal.
KMP Samudra Utama awalnya bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk Senin, dini harim sekitar pukul 02.42 Wita. Saat menuju Pelabuhan Ketapang, kapal terseret arus dan kandas di perairan dangkal sebelah utara Pura Segara Gilimanuk, sekitar pukul 03.00 Wita.
“Saat kapal kandas, terseret arus bawah kencang ke arah utara dan mengalami kandas karena air laut surut," Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Kelas I Gilimanuk I Made Ria Fran Dharma Yudha, Senin (6/5/2024).
Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas Local Port Service (LPS) Pelabuhan Gilimanuk, kapal yang dinahkodai Agus Purwanto bermuatan 3 unit kendaraan, truk besar 6 unit, motor 1 unit, truk sedang 2 unit dan kendaraan kecil 1 unit. Total penumpang sebanyak 49 orang, terdiri dari 35 orang penumpang dan anak buah kapal 14 orang.
Nakhoda kapal sempat melakukan olah gerak untuk lepas dari kandas. Namun karena air laut dalam kondisi surut upaya lepas gagal.
Upaya lepas kandas baru bisa berhasil sekitar pukul 09.45 WITA. "Kapal sudah lepas dari kandas dan selanjutnya akan sandar di dermaga LCM Gilimanuk untuk dilakukan pemeriksaan oleh syahbandar," tegasnya.
Selama kapal kandas, seluruh penumpang dan anak buah kapal tidak ada yang dievakuasi. Sehingga, selama enam jam penumpang berada di dalam kapal.
Padahal semestinya, ketika kapal kandas lebih dari 2 jam, penumpang harus dievakusi. Pihak nakhoda kapal baru melapor setelah dua jam lebih kapal kandas .
"Nakhoda berusaha lepas kandas, sehingga tidak segera melapor ke pihak terkait untuk evakuasi," ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita