DENPASAR, radarbali.id - Kebakaran hebat disertai dentuman ledakan gegerkan warga kota. Ternyata bersumber dari Gudang penimbunan Gas Elpiji (LPG).Sedikitnya 18 pengoplos gas nyaris tewas, alami luka bakar serius, akibat ledakan gudang diduga penimbunan elpiji milik Sukojin, juga dipakai oplos gas elpiji 3 Kg Bersubsidi ke Non subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg yang diduga menimbulkan adanya kelangkaan gas melon di masyarakat.
Selain daya ledakan yang keras hingga memicu nyala api yang besar, membuat Gudang Pipa Paralon PT. Trantas Inti Bangunan ikut ludes.
Peristiwa kebakaran Dua gudang terbakar ini bertempat di Jalan Cargo Taman I dan Taman 2, Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, berlangsung Minggu (9/6) sekitar pukul 06.00.
Baca Juga: Amor Ring Acintiya! Duh, Ayah Tidur, Anak Tenggelam di Pembuangan Air Limbah, Ternyata tanpa Penutup
Untuk diketahui, sejumlah warga panik dengan adanya peristiwa di Jalan Cargo Permai Taman I dan Taman II. Sebab dentuman ledakan berulang kali disertai nyala api, dari gudang penimbunan sekaligus tempat pengoplosan gas. Api merambat dengan cepat karena tembok bagian belakang kedua gudang berdempetan.
Ditemui di lokasi kejadian, Siswanto, 44 warga asal Dusun Sidonganti, Desa Kraton Kencong, Jember mengatakan, bahwa dihubungi teman Panji Sani Darusman, 34, yang kebetulan tinggal di pabrik kaca tak jauh dari TKP Via telepon sekitar 06.40. Lalu menyampaikan telah terjadi kebakaran hebat di gudang tempatnya bekerja.
Panji juga mengatakan, kebakaran itu diawali dengan dentuman ledakan yang kencang secara berulang kali. Karena panik, Siswanto panik dan bergegas ke gudang gas dikatakan milik bos bernama Sukojin. Telah mematikan telepon, ia menancap gas motor dari kosan, Jalan Kebo Iwa. Ternyata benar gudang gas tempat bekerjanya terbakar.
Baca Juga: Dukung Pertanian, Subak di Klungkung Digelontorkan Bantuan
Di sana, semakin terkejut bahwa balasan pekerja jadi korban luka bakar serius. "Saya sampai sini para korban (karyawan) terbakar sudah tidak ada di TKP dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Dikatakan, akibat kebakaran gudang tabung LPG tersebut berimbas ke Gudang pipa PT. Tratas Inti Bangunan yang berada di belakang gudang tabung gas LPG, yang telah ludes.
Dirinya mendapatkan informasi, sebagaimana korban karyawan gudang gas LPG menderita luka bakar dievakuasi ke RS Surya Husada dan RSUD Wangaya. Korban paling parah dirawat di RSUD Wangaya satu orang bernama Katrian, 61. Lali, tiga orang lainnya luka parah. Yakni dirawat di RS Surya Husada adalah M Umar Efendy, 33, Edi Herwanto, 40, dan Yoga Wahyu Pratama, 24.
"Saya kebetulan libur. Di sini tempat penyimpanan sekaligus oplos gas. Apa penyebab ledakan hingga terjadi kebakaran, saya sama sekali tidak tahu, kisah lelaki ini. Selain itu, sejumlah warga sekitar mengaku, aktivitasnya lokasi kebakaran tertutup.
Baca Juga: Dua TPST di Denpasar Target Realisasi Pengolahan Sampah 60 Persen di Bulan Juni 2024
Walaupun demikian, warga menduga aktivitas oplos terus dilakukan karena pickup muat tabung gas berbagai jenis terus masuk keluar gudang.
"Dahulu pernah digerebek polisi karena melakukan pengoplosan. Sempat ditutup dan tak lama kemudian gudang itu kembali beroperasi secara tertutup hingga akhirnya terbakar," kisah seorang warga sapaan Arya.
Pun dikatakan Arya yang juga saksi mata mengaku gemuruh ledakan berkali-kali dari dalam gudang tersebut mengagetkannya dan warga lainya.
Pada saat ledakan dahsyat yang pertama, dikira ledakan dari alat berat. Namun kemudian dia penasaran setelah mendengar teriakan minta tolong. "Saya dengar ledakan pertama sekitar pukul 06.00," tambahnya.
Awalnya mengira ledakan dari alat berat. Karen penasaran karena ada teriakan minta tolong. Ia dari kosan melihat api sudah membesar.
"Saya sayang terkejut ketika melihat tiga orang pria sedang membasahi tubuh pakai air selokan dalam kondisi luka parah," ungkapnya. Walaupun demikian, gemuruh ledakan terus terjadi berkali-kali.
Baca Juga: Kapolda Bali Cek Bendungan Sidan Bareng Bupati Badung Giri Prasta, Tak Ada Kaitan Dugaan Aksi Teror
Karena takut disertai panik, ia memilih mengemas barangnya untuk segera menjauh. Lelaki yang tinggal di dekat lokasi TKP mengaku, saat kebakaran dia mencium bau gas menyengat.
"Seluruh warga di sini panik ketakutan. Warga hanya bisa berteriak ketika melihat salah korban yang kebakar api, lari telanjang bahkan kulit tangan jatuh di tanah karena terkelupas," sebutnya.
Masih ditempat yang sama, Mulyono, 54, warga Banjar Petakan Gede Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara itu terbangun dari tidur dalam kamar rumah, yang jarak kurang lebih 50 meter dari lokasi kebakaran, setelah mendengar ledakan berulang kali. Dia keluar rumah dan melihat ada kepulan asap dan api yang sangat besar dari gudang Tabung LPG tersebut.
Dia melihat puluhan pekerja berlarian keluar dari gudang untuk menyelamatkan diri sambil berteriak-teriak tolong tolong karena mengalami luka bakar seluruh tubuh.
"Saya berusaha menolong mereka dan langsung mengantar dengan menggunakan mobil ke RS Prof. Ngoerah untuk mendapatkan pengobatan.
"Saya mengantar 4 orang alami luka bakar serius. Korban lainya saya tidak mengetahui dilarikan ke rumah sakit mana," timpalnya.***
Editor : M.Ridwan