Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta, Gudang Gas Elpiji Milik Sukojin Pernah Digerebek Polisi, Nekat Oplos Diduga Dibeking Aparat

Andre Sulla • Senin, 10 Juni 2024 | 04:56 WIB
SERPIHAN TABUNG GAS: Sejumlah aparat dan warga berupaya memadamkan api yang berkobar di gudang gas elpiji di Cargo Denpasar Minggu (9/6/2024)
SERPIHAN TABUNG GAS: Sejumlah aparat dan warga berupaya memadamkan api yang berkobar di gudang gas elpiji di Cargo Denpasar Minggu (9/6/2024)

DENPASAR, radarbali.id -Ada fakta baru gudang penimbunan gas elpiji bersubsidi di Cargo Denpasar yang meledak dan terbakar Minggu pagi (9/6/2024). Kepala Dusun Umasari Bimantara Ari Sugandi sebut kebakaran awalnya terjadi di gudang gas elpiji/LPG.

Tak berselang lama, datang balasan mobil Damkar Kota Denpasar dan 2 unit mobil Damkar Badung. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 11.30.

Lalu, api yang membakar gudang gas LPG berhasil dipadamkan. Baik di gudang Gas maupun di Gudang  pipa milik PT Tratas Inti Bangunan. Bimantara mengaku gudang itu sudah ada sejak dirinya belum menjadi Kadus di sana. Dia memperkirakan gudang itu ada di sana sejak tahun lama.

 Baca Juga: Sabet Juara Umum MTQ ke-XXX Tahun 2024 di Karangasem, PCNU Denpasar Beri Apresiasi Dana Motivasi

Ditanya apakah gudang itu mengantongi izin, Bimantara mengaku tidak tahu. Dirinya mengaku pernah masuk ke dalam gudang tersebut namun sekadar untuk mengetahui aktivitas saja. Setelah melakukan pengecekan pegawai di sana mengaku gudang itu adalah agen gas LPG.

"Saya tahunya itu gudang agen gas LPG. Apakah ada izinnya atau tidak saya tidak punya kewenangan untuk itu," tambahnya sembari mengatakan, biarkan Dinas Perizinan atau polisi yang periksa. Di gudang yang terbakar ini tidak ada pelang sebagai tanda agen LPG resmi.

Di sisi lain, salah seorang karyawan gudang pipa milik PT Tratas Inti Bangunan mengaku bernama Amel mengatakan pada saat awal kejadian tempat kerjanya itu belum dibuka. Dia bersama sejumlah karyawan lainnya datang ke gudang setelah mendengar kabar terjadi kebakaran.

 Baca Juga: Balaarrr! Gudang Timbun Elpiji Melon Meledak, 18 Tukang Oplos Gas Nyaris Tewas, Lari Sambil Baju Terbakar

Saksi asal Nusa Tenggara Timur ini mengatakan kebakaran itu terjadi diduga bersumber dari gudang gas LPG yang berada di belakang gudang tempat kerjanya. Dugaan itu karena di lantai tiga gudang tempat kerjanya itu ditemukan beberapa tabung gas. Tabung gas itu diduga terpental pada saat terjadi ledakan.

Keterangan sedikit berbeda dari Kepala Dusun Umasari, Bimantara Ari Sugandi terkait keberadaan gudang LPG yang terbakar itu dari salah warga di sekitar lokasi. Surya warga setempat, mengatakan gudang gas LPG itu sudah beroperasi sejak 2006.

"Infonya, oplosan gas ini diduga dibekingi aparat. Bahkan ada indikasi titip menitipkan gas. Oknum-oknum aparat diduga ikut bisnis di sini," kisahnya.

 Baca Juga: Amor Ring Acintiya! Duh, Ayah Tidur, Anak Tenggelam di Pembuangan Air Limbah, Ternyata tanpa Penutup

Gudang tersebut pernah digerebek polisi karena diduga melakukan pengoplosan gas LPG.  Tak lama setelah ditutup gudang tersebut kembali dibuka, namun aktivitasnya tertutup.

"Seingat saya tahun 2006 sudah ada oplos gas di situ. Apakah ada izin atau tidak saya tidak tahu. Dahulu gudang itu pernah digerebek polisi karena katanya mereka melakukan pengoplosan. Sempat ditutup sementara kemudian dibuka ," ungkapnya.

Sementara itu, sumber petugas kepolisian ditemui di TKP mengatakan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Lalu diketahui, korban mengalami luka bakar 70 – 90% berjumlah 18 orang, sudah dievakuasi menuju Rumah Sakit yang ada di Kota Denpasar dan Badung. Total kerugian belum diketahui.

 Baca Juga: Dukung Pertanian, Subak di Klungkung Digelontorkan Bantuan

Pun dijelaskan, menurut para saksi, ratusan tabung gas yang hangus itu bulan semuanya milik Sekojin. Katanya sebagian melon dari Pt. Pd, milik RT. Setelah dioplos dari memindahkan isi gas subsidi ukuran 3 kilogram (Kg) ke tabung gas ukuran 12 Kg dan 50 kilogram, di over lagi dengan harga murah.

Tentu, ada beberapa perusahaan lain di tengah kota. Lalu dijual ke pengecer hingga masuk ke hotel-hotel. Pun dikatakan, aksi kotor ini sudah berjalan puluhan tahun karena komunikasi lancar ke aparat berwenang.

"Isu miring di lapangan seperti itu dan kita masih dalami. Ini yang membuat gas melon langkah. Kita masih dalami," kisahnya. 

 Baca Juga: Kemarau Tiba, Petani di Subak Lanyah Delod Jalan Tanguntiti Bergeser Tanam Jagung

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, dalam peristiwa tersebut terdapat 18 korban sedang dirawat intensif di beberapa rumah sakit.

Diantaranya, RS Surya Husada Ubung Kaja Denpasar sebanyak 3 orang, yakni Yoga wahyu Pratama, 24. M. Umar effendi, 34.  Edi, 34. Mereka berasal dari Banyuwangi. Lalu, di RS Mangusada Badung dirawat sebanyak empat orang. 

Wiri Sumardi, 35 warga Jalan Pidada Denpasar. Ahmad Tamyis Mujaki, 25 asal Jalan Karya Makmur Denpasar. Danu Sembara, 31, berdomisili di Cargo Denpasar. Dan Suherminadi, 47, warga, Jalan Cargo, Denpasar.

 Baca Juga: Heboh dan Unik! Adu Desain di Fashion Street Warga dan Mahasiswa di Denpasar, Begini Aksinya

Lalu di RS Wangaya 1 orang Katiran. Sementara di RS. Bali Med Denpasar sebanyak  2 orang Yudi dan Diki. Sementara yang korban yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah sebanyak 8 orang. Masing-masing bernama. Eko Budi Santoso. Robiaprianus Amput. Ernus. Yolla Aldy. Mohamad Sofyan. Yudis aldyanto. Purwanto. Dan Didik Suryanto.

Untuk korban rata-rata mengalami luka bakar serius dan merupakan karyawan dari gudang tersebut, saat para korban sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut diatas.

Polresta Denpasar sudah mengecek langsung ke TKP, untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan tim dari Bid Labfor Polda Bali.

 Baca Juga: Gasak Laptop dan Kamera CCTV, Pemuda Jombang Ditangkap di Denpasar

Bahkan tim gabungan akan melakukan penyelidikan lanjutan Senin (10/6), akan mengecek penyebab dari kebakaran tersebut.

"Hasil penyelidikan sementara, gudang itu memiliki izin resmi ecer gas. Belum ditemukan indikasi pengoplosan. Kami juga masih tunggu hasil Labfor biar jelas," pungkas Jubir Polda Bali, ini.***

Editor : M.Ridwan
#denpasar #terbakar #Cargo #meledak #digerebek polisi #Oplos gas #gudang gas elpiji