DENPASAR,radarbali.id - Korban ledakan gudang gas milik Sukojin terus berjatuhan. Jumlahnya kini menjadi 13 orang. Walaupun demikian, penyebab ledakan tabung gas Elpiji belum diketahui. Aroma Gas Elpiji jadi penyebab kendala penyelidikan lakukan olah TKP.
Hal ini ditegaskan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, Minggu (16/6/2024). Dijelaskan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di gudang gas elpiji Jalan Cargo Taman I, Desa Ubung Kaja, Kota Denpasar milik Sukonjin yang hanya kantong nama CV Bali Perkasa.
"Walaupun demikian, kami sudah melakukan olah TKP lagi Sabtu kemarin. Tapi bau gas masih jadi kendala," tuturnya.
Baca Juga: Bali United Basketball Kunci Tiket Playof, Penampilan Terbaik Wenas di Musim ini
Karena itu, ke depan akan melakukan olah TKP lagi bersama tim Labfor. Pun dikatakan, Pengambilan sampel belum bisa sepenuhnya dilakukan oleh Tim Labfor Polda Bali maupun jajaran Polresta Denpasar khususnya. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ia pun mengatakan penyelidikan masih bertahap.
Pemeriksaan ke para korban juga tidak bisa dilakukan mengingat dari 18 korban, 13 diantaranya sudah meninggal dunia lima lainnya masih dalam keadaan penurunan kesadaran atau kritis bahkan penanganannya juga intensif.
Pihak penyidik hanya bisa memeriksa keterangan beberapa saksi dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu 9 Juni 2024 sekitar pukul 06.10 Wita.
Baca Juga: Apes! Sopir Mampir di Warung, Truknya Tertimpa Pohon, Jalur By Pass IB Mantra Sempat Terhadang
Setidaknya ada sembilan orang saksi yang diperiksa dalam peristiwa yang menggegerkan publik. Lagi, terkait pengoplosan seperti yang dikabarkan, Laorens sendiri belum bisa memastikan hal itu. Namun dipastikan, pemilik gudang gas elpiji CV Bintang Bagus Perkasa telah melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan korban jiwa.
"Masih kita lakukan penyelidikan. Kita perlu bukti kegiatannya bagaimana, alat apa saja," jelasnya.
Sukojin masih jalani pemeriksaan maraton. Dan kondisinya sampai saat ini normal. Total korban saat ini 13 orang. Terbaru adalah Muqhis Bayudi, 29, luka bakar grade II AB-III.
Almarhum merupakan pasien rujukan RS Balimed Denpasar, meninggal dunia, Sabtu (15/6) sekitar pukul 22.08. "Kami akan usut tuntas, apa penyebab ledakan, dan siapa pun yang terlibat lagi, akan kami tindak tegas," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan