DENPASAR, radarbali.id - Ada yang janggal menyusul meninggalnya Prajurit TNI, Serda I Gede Didin Saputra saat bertugas Sorong, Papua Barat belum lama ini. Kematiannya dianggap tidak wajar oleh keluarga. Serda I Gede Didin meninggal 7 Juli 2024 sekitar pukul 23. 30 WIT di RSUD Sele Be Solu Sorong.
Informasi penyebab kematiannya lantaran sakit gangguan liver. Hal itu dirasa janggal, karena selama ini mendiang sehat-sehat saja tidak ada riwayat sakit demikian.
Keluarga memutuskan melakukan otopsi di RS Prof Ngoerah yang dilakukan pada 8 Juli 2024 lalu karena merasa ada ketidakwajaran pada jenazah.
Dikonfirmasi dengan Dokter Forensik RSUP Prof Ngoerah, dr Ida Bagus Putu Alit menolak untuk membeberkan hasil otopsi jenazah Serda Didin dikarenakan kasus ini didalami oleh Polisi Militer (POM).
"Kasus ini sedang didalami POM, lebih baik info keluarga saja dulu. Karena informasi publik jangan sampai lebih dahulu dari pendalaman POM," ucap dr Alit.
Kasusnya masuk dalam otopsi klinis maka harus dapat izin keluarga. Lanjut Dokter Alit hasil otopsi masih menunggu pemeriksaan PA (Patologi Anatomi) karena jenazah sudah diformalin.
"Ditambah lagi hasil otopsi masih menunggu pemeriksaan PA karena jenazah sudah diformalin," bebernya.
Seperti diketahui, Serda I Gede Didin Saputra merupakan Bintara Remaja Yonif Kodam XVIII Kasuari di Sorong Papua Barat yang meninggal pada 7 Juli lalu. Pihak keluarga merasa janggal atas meninggalnya Serda I Gede Didin.
Sehingga mereka memutuskan untuk otopsi ketika jenazah mendiang sudah sampai di Bali di RS Prof Ngoerah.
Padahal almarhum baru sebulan bertugas di Papua setelah menjalani pendidikan selama sembilan bulan di Bali.
Jenazah Serda I Gede Didin telah dimakamkan pada 9 Juli 2024 lalu. Hingga kini pihak keluarga juga telah melaporkan kasus ini ke Penyidikan Pomdam IX/Udayana.***
Editor : M.Ridwan