Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

NGERI! Menguak Misteri Tewasnya Pasutri Ditemukan Tak Bernyawa Bersimbah Darah Dalam Kamar, Luka Tusuk Jadi Bukti Petunjuk

Andre Sulla • Rabu, 25 September 2024 | 03:25 WIB

 

MISTERI: Pasutri Gus Balang dan istri semasa hidup.  Pasangan ini ditemukan tewas dalam kamar dalam keadaan luka tusuk bersimbah darah.
MISTERI: Pasutri Gus Balang dan istri semasa hidup. Pasangan ini ditemukan tewas dalam kamar dalam keadaan luka tusuk bersimbah darah.

DENPASAR, radarbali.id - Kabar duka menyelimuti keluarga Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan alias Gung Balang, 39, dan istrinya Anak Agung Sri Agung alias Gung Sri, 37.

Pasutri ini ditemukan tak bernyawa secara tragis di dalam kamar kediamanan, Jalan Kebo Iwa Utara, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar pada Senin 23 September 2024 sekitar pukul 17.00.

Kuat dugaan, kematian pentolan salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) ternama di Bali dikenal sapaaan Gung Balang bersamanya sangat tak wajar.

Sebab terdapat luka akibat benda tajam pada tubuh mereka. Di samping jenazah keduanya, ditemukan senjata tajam jenis pisau. Dugaan sementara, diduga bunuh diri.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H, membenarkan.

Setelah mendapatkan laporan, adanya penemuan mayat sepasang suami istri meninggal di dalam kamar, Direktur Reserse Krimum Umum (Dirreskrimum) Polda Bali Kombes Pol DR. I Gede Adhi Mulyawarnan, S.I.K., S.H., M.H. langsung pimpin melakukan TKP bersama tim Inafis.

 Baca Juga: Horeee! Akhirnya Wahana Kereta Api Anak di Taman Bung Karno Tabanan Beroperasi

Dijelaskan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. Diantaranya AA Kompyang Oka Teji selaku ayah kandung dari Gung Balang. Bahwa terakhir kali melihat anak dan menantu masuk kamar pada Minggu 22 September 2024 sekitar pukul 17.00.

Lalu keesokan harinya, ia mengaku tidak terlihat keluar kamar hingga sore hari. Bahkan, tercium bau tidak sedap dari arah kamar mereka yang terkunci dari dalam.

Sang ayah memberitahukan informasi ke saudara Gung Balang yakni AA Ngurah Mahardika. Lalu Mahardika bersama anaknya gedor-gedor, memanggil-manggil tapi sama sekali tidak ada respon. Pintu kamar itu terpaksa dibuka secara paksa menggunakan linggis.

"Setelah terbuka, pasutri ini sudah dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Juru Bicara (Jubir) Polda Bali, Selasa (24/9/2024).

Saat ditemukan, posisi keduanya miring ke kiri, kepala di sebelah timur menghadap ke selatan, kaki di sebelah barat, tangan kanan Berada di atas Kasur.

Suami (almarhum) menggunakan baju kaos warna biru, celana pendek warna cream. Sedangkan sang istri menggunakan baju kaos hijau, celana pendek warna merah corak kuning kebiruan.

 Baca Juga: Duh, Gegara Tersenggol Motor, Ditabrak Mobil, Pengendara Motor Nahas Ini Tewas

Pun ditemukan pisau dengan mata bercak kecoklatan, bergagang kayu dengan mata bercak kecoklatan, termasuk sarung pisau bahan kayu, dan handphone milk keduanya.

"Benda-benda itu digunakan sebagai barang bukti. Selanjutnya jenazah pasutri tersebut dievakuasi oleh PMI dan BPBD Kota Denpasar menuju RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah, guna proses lebih lanjut," tambahnya.

 Lalu hasil Olah TKP dan Visum jenazah, AA Sri Agung mengalami luka tusuk pada leher bagian kanan, sementara AA Ketut Ngurah Setiawan mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri. 

"Dugaan sementara, korban meninggal karena bunuh diri alias ulah pati. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini. Kami juga sudah di police line," pungkas Kombes Jansen.

 Dikonfirmasi terkait masalah tersebut, Kepala Dusun Pagutan, Desa Padangsambian Kaja Anak Agung Putu Wijaya Sudarsana, SE mengaku kaget ketika mendapatkan informasi bahwa warganya ini tewas dalam kamar.

Dikatakan, sempat tidak percaya karena sebelumnya yakni beberapa hari lalu terlihat sehat walafiat dan sempat tegur sapa. "Tidak percaya ketika dikatakan diduga meninggal karena bunuh diri," kihanya.

 Baca Juga: Injourney Hospitality Peringati HUT ke-62, Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan secara Gratis

Dikatakan, sosok Gung Balang memang biasa-biasa saja. Ditanya soal faktor yang menyebabkan Anak Agung Ngurah Ketut Setiawan alias Gung Balang dan sang istri meninggal dunia secara bersamaan di kamar kediaman keduanya, Kadus Pagutan mengaku tidak tahu.

“Tidak tahu nike. Terbentur hari suci Galungan dan Kuningan, pihak keluarga korban diketahui belum menentukan hari baik kapan jenazah Gung Balang dan beserta sang istri diupacarai," cetus Anak Agung Putu Wijaya Sudarsana, SE.

Seperti catatan Radar Bali, Anak Agung Ketut Nengah Agung Setyawan alias Gung Balang yang merupakan sorang pentolan salah satu ormas di Padangsambian Denpasar Barat yang sempat viral.

Baca Juga: Survei di Kantor Kelurahan Kampung Baru, Mahasiswi Undiksha Singaraja Alami Pelecehan Seksual, Begini Kronologisnya

Sebab ia tega menganiaya I Wayan Nurata, 45, karena masalah bendera partai politik hingga berujung penangkapan oleh pihak kepolisian pada Februari 2019.

Padahal keduanya sama-sama berasal dari Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat. Aksi pemukulan tersebut membuat pelaku ditangkap dan dipasangi rantai layaknya seorang preman di Bali selama ini.

Wakapolresta Denpasar AKBP Wayan Artana menjelaskan, kasus ini berawal dari persoalan bendera salah satu partai. Kasusnya sebenarnya sudah terjadi lama. Awalnya, Nurata membantu tetangganya menurunkan bendera sebuah partai karena dipasang di depan rumah. Saat membantu tersebut, korban melipat dengan rapi bendera partai dan membawanya kembali ke salah satu petinggi partai di kawasan Padangsambian Denpasar Barat.

 Baca Juga: Pertamina Antisipasi Kebutuhan Hari Raya Galungan, Ada Tambahan 130 Ribu Tabung LPG 3 Kg Bagi Masyarakat Bali

Gung Balang rupanya tidak terima. Sekalipun Wakapolresta tidak menyebutkan dari partai mana, namun dari data di lapangan diketahui jika bendera yang dimaksud adalah Bendera Partai Demokrat. Hubungan keduanya mulai memanas sejak saat itu.

Ketika Nurata keluar membeli rokok dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di perempatan Banjar Pagutan, ia berbelok ke utara Jalan Kebo Iwa pagi itu. Tiba-tiba datang Gung Balang dari arah utara atau berlawanan, dan dengan sengaja menabrak dan lawannya terjatuh.

Saat itu juga Gung Balang langsung memukul korban dengan kepalan tangannya ke arah wajah korban. Jumlah pukulan sebanyak 6 kali. Nurata mengalami luka sobek dan memar pada rahang sebelah kiri, hingga beberapa kali dijahit. Korban juga dibuat susah mengunyah makan, kepala sering pusing dan tidak bisa bekerja sebagai buruh harian.

 Baca Juga: Pertamina Antisipasi Kebutuhan Hari Raya Galungan, Ada Tambahan 130 Ribu Tabung LPG 3 Kg Bagi Masyarakat Bali

Setelah berobat dan menjalani perawatan, lalu melaporkan ke polisi dengan nomor laporan LP/15/II/2019/Bali/Resta Dps/Sek Denbar 9 Februari 2019. Berdasarkan laporan tersebut, anggota akhirnya bergerak cepat mengamankan terlapor. Sekalipun sebagai anggota Ormas, pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap petugas.

Beberapa barang bukti pun ikut diamankan petugas diantaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih dengan No Pol DK 6313 AAG yang digunakan untuk menabrak korban, pakaian korban yang berisikan bercak darah dan pakaian pelaku yang digunakan untuk menganiaya korban.

Ia diancam dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman penjara paling lama 2,8 tahun. Selama proses pemeriksaan dan gelar perkara, pelaku dirantai tangan dan kakinya sebagaimana perlakuan terhadap aksi premanisme di Bali.***

Editor : M.Ridwan
#luka tusuk #pasutri #Kebo Iwa Utara #bersimbah darah #bunuh diri #tewas