Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bikin Panik Dikabarkan Hilang, Dua Remaja di Sungai Ditemukan Sudah Meninggal

Muhammad Basir • Rabu, 2 Oktober 2024 | 17:55 WIB
DIEVAKUASI : Evakuasi korban meninggal di Sungai Gelar, Desa Batuagung, Jembrana. (Foto : Basarnas Jembrana)
DIEVAKUASI : Evakuasi korban meninggal di Sungai Gelar, Desa Batuagung, Jembrana. (Foto : Basarnas Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id - Dua orang remaja yang diketahui bernama Dafa Alfian Hafis dan Rama Fahri Zaki, hilang di Sungai Gelar Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Senin (30/9/2024) sore. Dua remaja berusia 14 tahun asal Desa Pengambengan ini ditemukan dalam kondisi sudah tewas.

Informasi yang dihimpun, kedua korban diduga hilang berawal dari kecurigaan warga yang menemukan motor yang tidak diketahui pemiliknya terparkir sekitar pukul 17.00 Wita, di pinggir sungai yang menjadi objek wisata tersebut. Padahal saat itu, hujan deras dan air sungai naik.

Karena curiga, warga yang menemukan motor melakukan pemeriksaan. Saat membuka jok motor ditemukan handphone diduga milik Dafa. Sekitar dua jam kemudian, datang seorang perempuan berasal dari Desa Pengambengan, mencari anaknya yang sempat berpamitan ke Sungai Gelar.

Setelah memastikan bahwa motor yang terparkir merupakan motor yang dibawa ke Sungai Gelar, kemudian dilakukan pencarian di sekitar lokasi. ”Awalnya ada temuan motor parkir.  Kemudian datang warga yang mencari anaknya yang pamitan mandi. Motor yang dipastikan milik anaknya, diamankan oleh keluarga," ujar Kapolsek Kota Jembrana Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika, Selasa (1/10/2024).

Petugas beserta keluarga dan sejumlah warga setempat melakukan upaya pencarian hingga menyusuri sungai. Akhirnya sekitar pukul 23.50 WITA, salah satu korban diketahui bernama Dafa ditemukan warga yang membantu mencari. Korban ditemukan sudah tewas dengan badan tersangkut di sela-sela batu sungai dengan jarak sekitar 200 meter dari motor

Korban kemudian berhasil dievakusi sekitar pukul 00.20 WITA, ke atas sungai dan dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. "Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban dibawa ke RSU Negara guna identifikasi untuk memastikan identitas korban," ujarnya.

Sedangkan untuk korban Rahman, masih belum ditemukan. Petugas dan warga menghentikan pencarian karena hujan deras serta kondisi medan yang curam dan gelap. Sedangkan keluarga Rama, masih menunggu di lokasi dan mencari korban. 

Proses pencarian dilanjutkan Selasa (1/10/2024) pagi ini kemarin oleh petugas SAR gabungan. Operasi pencarian oleh tim SAR gabungan berhasil menemukan Rama Fahri Zaki, dalam kondisi tewas sekitar pukul 08.20 Wita.

Korban ditemukan sekitar 3 kilometer arah barat daya dari lokasi ditemukan motor yang parkir di tempat parkir Sungai Gelar. Setelah dievakuasi, jenazah Rama langsung dibawa ke RSU Negara untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian mulai pukul 07.30 Wita dan langsung melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Gelar. Setelah kurang lebih 50 menit melakukan pencarian, tim akhirnya berhasil menemukan korban. "Setelah melakukan penyisiran, warga setempat menemukan korban dan mengevakuasi,” Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan.

Pihaknya menduga kedua korban ini hanyut saat mandi di Sungai Gelar yang mengalami peningkatan debit air pasca terjadinya hujan lebat di hulu sungai. [*]

Editor : Hari Puspita
#hanyut #jembrana #orang hilang