Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga! Dokter Klinik Tersangka Kasus Dugaan Malpraktik, Ternyata Begini Kelakuannya

Andre Sulla • Selasa, 8 Oktober 2024 | 02:03 WIB

 

MALPRAKTIK: Tersangka dokter yang di duga malpraktik di kawasan Kuta Utara Badung Bali
MALPRAKTIK: Tersangka dokter yang di duga malpraktik di kawasan Kuta Utara Badung Bali

MANGUPURA, radarbali.id – Heboh! Seorang dokter inisial Shillea OM, bertugas di satu Klinik Medis terletak di kawasan Kabupaten Badung, Bali, terpaksa berurusan dengan hukum. Kuat dugaan, telah melakukan kejahatan medis yakni aksi malpraktik.

Korbannya adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) inisial IRK, 45. Kini Dokter asal Kalimantan Tengah itu telah ditetapkan sebagai tersangka, dan berstatus tahanan rumah.

Informasi yang dihimpun radarbali.id, masalah ini berawal ketika wanita asing tersebut mengalami sakit nyeri pada bagian punggung dan demam, Rabu 14 Februari 2024 sekira pukul 16.00. Lalu melakukan pengobatan pada klinik medis berlokasi di kawasan Kuta Utara, Badung, Bali.

Pihak klinik menawari agar IRK menggunakan layanan Home Service dari klinik. Walaupun tarifnya lumayan mahal, namun demi kesehatan dan kesembuhan, wanita ini mengindahkan tawaran itu.

Sayangnya, pihak klinik diduga tidak memiliki kualifikasi sesuai prosedur atau penanganan pasien sesuai standar yang benar. Sakit pada bagian punggung dan demam yang diderita pasien, tak kunjung sembuh, setelah disuntik dan diberi obat.

"Beberapa saat berselang, justri korban semakin penderitaan," curhat seorang sumber yang merupakan teman korban. Karena itu, kuat dugaan pihak klinik melalui dokter praktek pada yang mengedepankan pelayanan Home Service, diduga melakukan malpraktek.

Sehingga, turut sumber, wanita asing ini berharap tidak ada lagi korban dikemudian hari. "Baik itu pasien lokal maupun Warga Negara Asing (WNA), akibat dugaan maraknya praktek dokter yang berkedok klinik di daerah pariwisata di Bali," cetus sumber.

Juga penuh harapan, adanya pengawasan terhadap praktik praktik dokter menyangkut pelayanan kesehatan, diduga menjadi ladang bisnis yang tidak terkontrol oleh oknum-oknum dokter, seperti yang menimpa IRK saat ini.

"Ya, korban adalah teman baik saya," beber sumber sembari mengatakan, temannya (pasien) berobat menggunakan jasa home service. Lebih jauh dijelaskan, diduga mendapatkan pengobatan yang tidak sesuai, sehingga pasien bukanya sembuh dari sakit alias sehat, namun muncul masalah kesehatan lain.

"Setelah diperiksa dan diberi obat, pasien mengalami gejala alergi tipe cepat yaitu bengkak pada kelopak mata, wajah, bahkan sesak nafas," tegasnya. Dan bahkan alergi pasien semakin kambuh, sehingga dapat mengancam nyawanya.

 

Mirisnya lagi, dengan pengobatan dan penanganan oleh klinik melalui dokter diduga abal-abal, pasien susah untuk mendapat pertanggungjawaban dari Kinik. Juga oknum tenaga kesehatan yang berpraktek dan menyasar warga negara asing.

Dikatakan, kerugian yang dialami teman dari sumber ini lumayan banyak. Namun soal rugi, tidak begitu dipermasalahkan. Yang tidak disukai pasien adalah dugaan malpraktik ini.

Sehingga masalah tersebut tengah bergulir pada ranah hukum, karena telah dilaporkan korban saat itu juga, dengan bukti Nomor. LP/B/49/IV/224/SPKT.

Terkait dengan ini, Kapolsek Kuta Utara AKP Yusuf Dwi Atmodjo S.I.K.,M.H, melalui

Kanit Reskrim AKP I Made Mangku Bunciana, SH, membenarkan. "Ya, proses terus berjalan. Hasil sidik lidik, dan hasil gelar perkara, terlapor sudah berstatus tersangka," singkatnya.***

Editor : M.Ridwan
#Dokter Praktik #kuta utara #malpraktik