Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ngeri! Salah Satu SPBU di Denpasar diduga Terlibat Mafia BBM, Layani Pembelian Pertalite Subsidi untuk Kapal Wisata

Tim Redaksi • Kamis, 17 Oktober 2024 | 23:19 WIB

 

 

ILIGAL: Petugas salah satu SPBU di Denpasar, melayani pembelian BBM menggunakan Tandon Air yang ada di dalam mobil boks, Rabu malam 16 Oktober 2024
ILIGAL: Petugas salah satu SPBU di Denpasar, melayani pembelian BBM menggunakan Tandon Air yang ada di dalam mobil boks, Rabu malam 16 Oktober 2024

DENPASAR, radarbali.id - Nakal dan nekat. Istilah ini layak disematkan salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Denpasar. Sudah terpantau lama oleh masyarakat setempat akibat permainan kotor dalam penyalahgunaan BBM jenis pertalite yang disubsidi pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, baik masyarakat setempat, sumber petugas SPBU (orang dalam), bahkan berdasarkan pengamatan di lapangan beberapa hari belakangan ini, SPBU tersebut diduga melakukan praktik kotor demi meraup keuntungan fantastis untuk pribadi. 

SPBU nakal dan para pelaku (pembeli) nekat  ini diduga susah ada kerja sama untuk melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi, seolah-olah tidak menjadi efek jera kepada para mafia BBM walaupun ada ancaman pidana yang sudah diatur UU. 

 Baca Juga: Viral! Foto Pria Mirip Abidzar Al Ghifari Pamer Alat Vital hingga Trending di Medsos

"Kelakuan nakal dan nekat dilakukan SPBU tersebut sudah terpantau lama oleh masyarakat setempat," beber sumber warga ini sembari sambari meminta namanya dirahasiakan demi keamanan saat dijumpai beberapa hari lalu di denpasar, tak jauh dari SPBU.

Untuk memastikan pernyataan itu, dia menelepon salah satu dari sejumlah karyawan SPU yang sementara libur. Petugas SPBU itu diundang untuk bertemu, lalu membocorkan ulah nakal dan nekat SPBU tempatnya bekerja.

"Ya benar pak. Beberapa tahun lalu, SPBU ini ketahuan main solar. Karena itu, pengisian solar susah ditiadakan hingga kini," beber petugas SPBU.

Karena diadakan permainan kotor Manajemen SPBU dalam penyalahgunaan BBM jenis pertalite yang disubsidi pemerintah.

Dengan nada tegas, sumber ini menuturkan ulah nakal dan nekat manajemen SPBU fakta, dan terlihat jelas pada CCTV. Yakni ada pengisian secara ilegal dengan pelaku mafia BBM. 

Pihak-pihak (mafia) itu, kemudian menjual BBM kepada pengusaha kapal wisata di Sanur dengan rute, Gili -Nusa Penida-Lembongan. Lebih lanjut dijelaskan, pengisian itu berlangsung lancar setiap malam. Tidak ada kendala karena kabarnya setoran jelas. 

 Baca Juga: Sekolah Pascasarjana dan FKG Unair Inisiasi Program Yuwana Emas di Bali, Fokus pada Kesehatan Wanita Usia Reproduktif untuk Cegah Stunting

 

Karena itu, pengiriman pertalite untuk masyarakat sebanyak 16 ton setiap hari dari pertamina terjual habis. Faktanya, terdapat praktik menyimpang. Hanya 4 ton saja yang dijual ke masyarakat. Lalu 12 ton di jual ke pelaku pembeli menggunakan tandon air dan  jerigen. 

"Harga Pertalite Rp 100 ribu. Dijual kepada pembeli jerigen Rp 10,500 per liter. Lalu pembelian BBM menggunakan Tandon Air dipatok Rp 10,750 per liter," tambah sumber petugas SPBU. Keuntungan yang diperoleh sangat banyak, namun dikatakan pembagian tidak merata sama sekali.

Karen itu, petugas ini mengatakan karyawan yang lain siap berteriak, asalkan nama mereka tidak disebut. "Pembagian hanya untuk sesama manajer. Kalau menyangkut jatah pemilik SPBU, saya kurang tahu," cetus sang petugas ini.

Dikatakan, para mafia BBM selalu menggunakan mobil-mobil siluman. Diantaranya grand max citizen dan box carry saat melakukan pengisian. "Di dalam mobil sudah berisi tandon air ukuran 2 ton. Satu mobil lagi berisi kurang lebih 30  jerigen ukuran 25 liter," tutupnya.

Sementara itu, pantauan Tim di lapangan mengatakan, SPBU tersebut terdapat 4 Dispenser Pengisian BBM.

Dua unit mobil silih berganti melakukan pengisian di mesin yang terletak bagian timur, mulai dari jam 22.00 hingga subuh. Untuk mengelabui masyarakat, sebagian lampu dipadamkan.

 Baca Juga: Gabungkan Lima Aplikasi, Pemkab Buleleng Luncurkan Singa Pinter, Ini Tujuannya

Bagian itu lampu di pada Atap SPBU, dan lampu pada tiga mesin dispenser lainnya. Lalu akses ke jalur mesin dispenser bagian timur dipasangi plang bertuliskan tidak melayani pengisian BBM. Ketika ada kendaraan yang hendak melakukan pengisian, langsung diarahkan ke mesin berada di bagian barat. 

Itupun para petugas ini hanya melayani kendaraan roda dua. Ketika ada kendaraan roda empat yang masuk, maka beberapa pekerja yang mengenakan pakaian seragam SPBU warna merah mengatakan kepada sopir bahwa BBM habis. Sedangkan secara diam-diam, terdapat mobil boks sedang melakukan pengisian secara tersembunyi.

Pengisian secara ilegal itu memakan waktu berjam-jam karena karena pengisiannya dalam jumlah banyak. Sang sopir dan kernet terpaksa duduk diam terpaku di teras toilet, kawasan pertamina. Sementara petugas langsung bergeser setelah pengisian semantara berlangsung.

Karena ulah tersebut, warga berupaya mencari bukti, baik foto dan video menyangkut praktik ilegal, nakal dan nekat  SPBU dengan mafia BBM, sebagai bukti bahwa pernyataan sumber-sumber informasi memang benar dan faktanya memang demikian.

Untuk diketahui, secara jelas terdapat UU NO 2 Tahun 2001  UU Migas. Pasal 55, Mengatur sanksi bagi pihak yang menyalahgunakan bahan bakar minyak bersubsidi atau yang melanggar aturan distribusi bahan bakar. Pelanggaran bisa dikenakan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp 60 miliar.

Lal, pasal 40-44, mengatur perizinan usaha hilir, yang mencakup pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan perdagangan minyak dan gas bumi.

Semua usaha hilir migas harus mendapatkan izin usaha dari pemerintah. Terkiat ini Manajer GS alis GN belum bisa dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi namun tidak nyambung.***

Editor : M.Ridwan
#mafia bbm #spbu #bali #bbm