NEGARA, Radar Bali.id - Mobil minibus angkutan lintas provinsi terbakar di Jalan Denpasar - Gilimanuk, wa kayah Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Minggu (26/19/2025) malam. Api yang membakar mobil juga menjilat kios potong rambut yang ada di sampingnya.
Kebakaran mobil bernomor polisi AA 7540 QA terjadi di Minggu malam sekitar pukul 22.47 WITA. Mobil minibus yang membawa 9 orang dikemudikan Henry Ade Christiawan, 46, berangkat dari Denpasar dengan tujuan Surabaya, Jawa Timur.
Menurut keterangan sopir, pada saat dalam perjalanan dari Denpasar menuju Gilimanuk, tepatnya di wilayah Desa Banyubiru, mobil tiba-tiba bergetar keras diduga karena panas berlebih, sehingga mobil menepi ke pinggir jalan dan berhenti di depan kios potong rambut.
Sopir kemudian melihat mobil mengeluarkan percikan api berasal dari radiator. Sopir kemudian dengan cepat menyuruh semua penumpang keluar dengan semua barang bawaan. Upaya sopir memadamkan api dengan alat pemadam api ringan tidak membuahkan hasil.
”Sopir berusaha memadamkan api dengan alat yang ada di kendaraan namun api terlalu besar, tidak mampu memadamkan api,” jelasnya.
Kobaran api menjilat kios potong rambut yang berada di samping mobil yang terbakar. Jendela bagian depan kios dan pintu terbakar dan kaca pecah.
Api yang melalap seluruh badan mobil baru bisa dipadamkan setelah tiga armada pemadam kebakaran datang memadamkan api. Selama satu jam lebih petugas berjibaku memadamkan api yang melalap mobil dan sebagian bangunan kios potong rambut. ”Mobil terbakar habis. Sedangkan kios sebagian di bagian depannya,” kata Kasatpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya.
Penyebab kebakaran diduga akibat mesin mobil panas yang menyebabkan radiator mobil pecah dan konsleting yang menimbulkan percikan api.
Kebakaran mobil tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp 400 juta. ”Tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
Sementara pemilik kios potong rambut, Komang Agus Harimurti Sudiana, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 10 jutaan. Karena beberapa bagian bangunan seperti kaca pecah, kayu terbakar dan beberapa peralatan mengalami kerusakan.
”Waktu kejadian tidak buka. Saya lagi di rumah nenek di Jawa. Banyak alat yang rusak kena api dan semprotan air,” ungkapnya. [*]
Editor : Hari Puspita