NGERI! Pria Bercadar Tikam Parwata di Depan Warung Auna Denpasar Utara Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku, Korban Tewas

Andre Sulla • Dipublikasikan Jumat, 14 Februari 2025 | 06:00 WIB
KOLASE: Kadek Parwata, 31, terlihat lemas memegang dada yang berlumuran darah dan naik motor, di depan warung Auna, Denpasar Utara
KOLASE: Kadek Parwata, 31, terlihat lemas memegang dada yang berlumuran darah dan naik motor, di depan warung Auna, Denpasar Utara

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Peristiwa berdarah kembali terjadi. Seorang pria diduga berperilaku tempramental nekat melakukan penganiayaan dan penusukan Kadek Parwata, 31.

Kejadian berlangsung di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Kamis (13/2) sekitar pukul 01.30.

Dalam rekaman CCTV,  pria misterius mengendarai motor lalu menerobos dan menabrak kaki Made Darma Wisasa, 19, yang saat itu, baru saja parkir motor dan melangkah ke dalam warung.

Pelajar ini tampak kebingungan, karena tidak memiliki masalah dengan siapapun, tiba-tiba dianiaya oleh orang dewasa.

Setelah dilerai oleh pemilik warung asal Sumenep yakni Ashuri, 39,  pelaku dan pelajar ini pergi meninggalkan TKP.

Tak berselang lama, pria misterius ini kembali ke warung. Disusul Kadek Parwata, 31, dan temannya untuk berbelanja. Belum sempat masuk ke dalam warung, Parwata dan temannya dicaci maki.

Kadek Parwata melangkah dan mendekat ke pria tersebut untuk menanyakan maksud ucapannya.

"Cekcok pun tak terhindarkan, hingga pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menikamnya. Darah mengucur deras dari tubuh Kadek Parwata," tambannya.

Temannya langsung memboncengkannya ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong akibat kehabisan darah.

Polsek Denpasar Utara yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian, memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Tim Inafis Polresta Denpasar juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga saat ini, polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri ke arah utara setelah kejadian. Motif di balik penusukan ini masih dalam penyelidikan.

Polsek Denpasar Utara telah memanggil sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku.

"Ya, masih dalam penyelidikan Polsek Denpasar Utara dan Polresta Denpasar. Motifnya masih lidik," tegasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, tampak pihak keluarga dan kerabat korban tengah duduk di rumah duka Jalan Nangka, Gang Pande Nomor 26C, Denpasar.

Kakak korban Gede Dana Putra pun menceritakan kisah pilu sang adik Kadek Parwata.

Bahwa sosok Parwata dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah diajak bicara. Pria yang bekerja sebagai Housekeeping di Restoran Si Circus itu adalah tulang punggung keluarganya dan kini meninggalkan istri, serta dua putri yang masih kecil-kecil.

Satu kelas TK dan satu lagi baru kelas empat SD. Mereka tidak menyangka, Parwata jadi korban penusukan oleh pria yang tidak mengenalnya, dan murni tidak punya masalah sama sekali dengannya. Peristiwa bermula ketika korban melayat ke rumah ayah temannya yang meninggal.

"Korban memang sempat dua kali menunda untuk melayat karena cuaca buruk," imbuhnya.

Pihak keluarga tidak punya firasat buruk apapun hari itu. Sepulangnya dari melayat, anak kedua dari lima bersaudara tersebut dibonceng oleh temannya dan menyempatkan mampir di warung Auna untuk membeli minum.

Kala itu, Parwata maupun temannya tidak tahu bahwa sebelumnya pelaku sudah terlibat cekcok dengan orang lain di tempat kejadian perkara (TKP). Tiba-tiba saja pelaku memaki-maki mereka  kemudian menusuk menggunakan pisau.

Perkiraan keluarga, Kade dikira oleh pelaku sebagai saudara atau teman dari orang yang sebelumnya diajak berkelahi, padahal Kadek tidak tahu apa-apa.

Baca Juga: Keluarga Tersangka Penculikan Anak di Denpasar Mengaku Menyesal, Minta untuk Bertemu Keluarga Korban

Setelah insiden berdarah itu, ia langsung diantar oleh temannya menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Darma Bakti.

Sayangnya sampai di sana, Parwata sudah dinyatakan meninggal dunia, diduga karena kehabisan darah.

"Luka yang dideritanya di area lambung tembus punggung, kurang lebih dapat tujuh jahitan," bebernya.

Lebih lanjut, Gede Dana mengatakan bahwa jenazah adiknya dititip di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar. Rencananya, Parwata akan dimakamkan pada Minggu 16 Februari 2025 di kampung halamannya, Desa Antiga, Karangasem.

Pihak keluarga berharap agar pelakunya cepat tertangkap. Selain karena telah merenggut anggota keluarga mereka, tetapi juga sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Apalagi informasi sementara yang pihaknya terima, plat kendaraan yang pelaku pakai tidak ada datanya alias plat bodong," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
denpasar utara penusukan ditikam Parwata pria bercadar