Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Emosi Sesaat Meledak, Pukul Anak Sendiri Gara-gara Motor Dipakai Kelamaan, Eh, Ayah Ini Dipolisikan

Francelino Junior • Senin, 24 Februari 2025 | 16:03 WIB
ilustrasi kekerasan  terhadap anak- JawaPos.com
ilustrasi kekerasan terhadap anak- JawaPos.com

SINGARAJARadar Bali.id - Peristiwa kekerasan terhadap anak terjadi di Kabupaten Buleleng. Korbannya berinisial KN, 15, anak asal Kecamatan Kubutambahan yang dipukul oleh KS yang merupakan ayah kandungnya sendiri.

Apa penyebabnya? Sebetulnya permasalahan awalnya pun tergolong sepele, karena berawal dari pemakaian sepeda motor.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, peristiwa ini terjadi pada Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 16.00 Wita di dalam rumah mereka, yang berada di salah satu desa di Kecamatan Kubutambahan.

Saat itu, KN memakai sepeda motor milik ayahnya untuk ke pantai di wilayah Kecamatan Kubutambahan, bersama temannya.

Korban kemudian pulang ke rumahnya sekitar pukul 16.00 Wita. Namun setibanya di rumah, tanpa ada aba-aba, KS langsung memukul anaknya itu. Hal itu membuat KN kaget dan tidak sempat menghindar.

”Korban dipukul dengan tangan kosong mengenai pelipis mata. Akibatnya ada luka lebam, korban merasa kesakitan. Mungkin ayahnya marah, karena korban lama pulang dari bermain,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika pada Minggu (23/2/2025) siang.

Akibat tindakan yang diterimanya itu, korban langsung melaporkan KS ke Polres Buleleng untuk tindakan lebih lanjut. Saat ini penanganan peristiwa ini dilakukan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Buleleng. 

Korban juga sudah menjalani visum di rumah sakit, bahkan sejumlah saksi termasuk KS juga diperiksa oleh polisi berkaitan dengan kekerasan terhadap anak itu.

Menurut AKP Diatmika, tindakan yang dilakukan oleh KS murni kekerasan fisik tanpa ada unsur seksualitas. Sebab pemukulan dilakukan dengan tangan kosong. Sedangkan ibu korban disebut tidak ada di rumah, karena bekerja di luar negeri.

”Korban memang tinggal berdua dengan ayahnya di rumah. Motif pemukulan masih didalami penyidik, apakah ini sering dilakukan atau bagaimana,” tutupnya..[*]

Editor : Hari Puspita
#kdrt #buleleng #kekerasan