SEMARAPURA, Radar Bali,id- Kembali lagi terjadi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Klungkung mengamuk. Kali ini ODGJ pria berusia 42 tahun berinisial MMS yang mengamuk di Dusun Bingin, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 20.10.
Mendapat laporan dari pihak keluarga jika MMS mengamuk dan mengancam keselamatan orang di sekitarnya, personel Polsek Dawan bersama tim gabungan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung dan Satpol PP Klungkung bergegas ke lokasi untuk mengamankan MMS.
Tetapi sebelum terjun ke lapangan, tim terlebih dahulu melaksanakan arahan pimpinan di Mako Polsek Dawan yang dipimpin langsung Pawas Polsek Dawan Aiptu I Kadek Wiradarma guna menyamakan persepsi dan memahami SOP penanganan ODGJ secara aman dan manusiawi. Selanjutnya.
Tim gabungan bergerak ke lokasi dan melakukan tindakan pengamanan terhadap yang bersangkutan. Setelah berhasil diamankan, pria tersebut langsung diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung untuk ditangani lebih lanjut dan dirujuk kembali ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Bangli.
”ODGJ tersebut diketahui memang sudah memiliki riwayat perawatan di RSJ Bangli dan kerap mengalami kekambuhan. Setiap kali kambuh, ia sering membuat keonaran, berteriak tanpa sebab, serta mengancam warga sekitar,” terang Wiradarma.
Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengaku tidak tahu pasti jumlah ODGJ di Kabupaten Klungkung lantaran itu merupakan wewenang Dinas Kesehatan Klungkung. Meski demikian, dia berani memastikan bahwa tidak ada ODGJ di Kabupaten Klungkung yang dipasung. ”Seperti orang pada umumnya, tinggal di dalam kamar dan beraktivitas di luar juga,” katanya.
Hanya saja bila tidak minum obat, ODGJ akan kumat dan cenderung mengamuk. Ketika itu terjadi, biasanya pihak keluarga akan menghubungi Dinsos untuk mengevakuasi ODGJ yang kumat ke RSJ Bangli. ”Kami ada tim reaksi cepat untuk mengevakuasi ODGJ yang bernama Resi Menari. Tim itu terdiri dari Dinsos, Satpol PP, Babinsa, Babinkamtibmas dan pihak desa,” terangnya.
Diungkapkannya, Dinsos Klungkung menerima permintaan evakuasi ODGJ hampir setiap minggu. Yang mana biasanya karena ODGJ mengamuk akibat tidak minum obat. ”Kami menyadari tidak mudah untuk minum obat setiap hari. Pasti ada saja moment tidak mau minum obat,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita