Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Awalnya Mencari Cumi-cumi di Laut, Ditemukan Sudah Jadi Jasad

Francelino Junior • Selasa, 15 April 2025 | 21:17 WIB

 

EVAKUASI JENAZAH : Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah Suliyanto Wibowo yang hilang saat mencari cumi-cumi di Perairan Prapat Agung, Buleleng. (Foto: Polres Buleleng dan Pos Pencarian )
EVAKUASI JENAZAH : Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah Suliyanto Wibowo yang hilang saat mencari cumi-cumi di Perairan Prapat Agung, Buleleng. (Foto: Polres Buleleng dan Pos Pencarian )

SINGARAJARadar Bali.id – Nahas dialami  Suliyanto Wibowo, 29, warga Desa Wonocepokoayu, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dia  ditemukan tidak bernyawa di Perairan Prapat Agung, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Senin (14/4/2025) sekitar pukul 10.10 Wita. Ia sebelumnya hilang saat mencari cumi-cumi pada Minggu (13/4/2025) sore. 

Awalnya, korban bersama dengan temannya pergi mencari cumi-cumi di Pantai Prapat Agung. Saat itu mereka berjalan kaki untuk mencari hewan laut tersebut, sebab air laut tengah surut. Saat itu korban memancing cumi, dengan air sedalam perut orang dewasa. 

”Ketika air laut mulai pasang, korban diajak temannya untuk kembali ke pinggir pantai. Hanya saja, Wibowo tidak mengindahkan ajakan temannya itu dan tetap melanjutkan aktivitasnya,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika pada Senin (14/4/2025) siang. 

Berselang 30 menit kemudian, sekitar pukul 17.30 Wita, korban terlihat sudah tenggelam. Tetapi temannya tidak dapat berbuat banyak, karena jarak antara mereka cukup jauh. Wibowo pun terlambat diselamatkan, karena tidak dapat dijangkau.

 Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng kemudian berangkat mencari korban pukul 20.25 Wita, pasca mendapatkan informasi dari Sat Polairud Polres Buleleng dan Pos Teluk Terima. Namun tidak membuahkan hasil. 

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Senin (14/4) mulai pukul 08.00 Wita, melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Sat Polairud Polres Buleleng, dan Pos Prapat Agung Taman Nasional Bali Barat dibantu nelayan Banyuwangi yang sedang mencari gurita. Tidak hanya di laut menggunakan satu unit rubber boat, tetapi juga penyisiran sepanjang Pantai Prapat Agung dan Segara Rupek. 

Apalagi sekitar area tenggelam korban ada palungan. Tak lama, tim gabungan melihat benda di kedalaman yang mencurigakan. Untuk memastikan, kemudian digunakan peralatan SAR Aqua Eye dan satu personel turun menyelam menggunakan peralatan snorkeling. 

”Jenazah korban ditemukan pada kedalaman delapan meter dengan posisi tengkurap, di sebelah kirinya ada pancing joran. Posisinya kurang lebih 160 meter ke utara dari lokasi tenggelam,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan pada Senin (14/4/2025) siang. 

Korban langsung dievakuasi ke rubber boat tersebut oleh tim SAR, kemudian dibawa menuju Pos Prapat Agung TNBB, untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Jenazah Suliyanto Wibowo dibawa menuju rumah duka di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, sebab ia memiliki keluarga di sana.[*]

Editor : Hari Puspita
#terseret ombak #musibah #pemancing #buleleng #cumi-cumi