DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Bule Amerika Serikat (AS), Chris Lewis Samson, 75, ditemukan tewas gantung diri. Kejadian berlangsung di kamar tempat tinggalnya, Jalan Gemitir, Gang Sandat, No. 8, Banjar Biaung Desa, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Senin (28/8) sekitar pukul 08.16.
Penyebab kematian dengan cara tragis ini diduga kuat karena depresi akibat penyakit kanker usus yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menyampaikan, dalam peristiwa tersebut pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.
Di antaranya, teman WNA tersebut bernama Dewa Ngurah Sudarsana, 42; Dewa Ngurah Sudarma, 37, bersama istri Maria Yayuk Yuliana, 40; dan Kepala Dusun Banjar Biaung, Wayan Suana, 44.
Bermula ketika teman-teman korban mengirimkan pesan WhatsApp pada HP masing-masing, sekitar pukul 04.30 WITA.
Isi pesannya: "Datang ke rumah ya pagi nanti. Bawa Kelian Banjar dan polisi. Harus pagi ini karena saya sudah mati," begitu bunyi chat tersebut.
Pesan tersebut baru diketahui sekitar pukul 06.30 WITA. Sudarsana dan Sudarma, 37 bersama istri, Yayuk, saling berkoordinasi. Setelah itu, mereka bergegas ke lokasi kejadian.
Sesampainya di sana, para saksi menghubungi Kadus untuk hadir mendampingi mereka. Setelah itu, Sudarsana memberanikan diri membuka pintu rumah. Chris terlihat dalam posisi tergantung di dalam kamar.
"Korban sudah tergantung di tralis jendela dengan tali jenis parantel panjang kurang lebih 1,5 meter," cetus AKP Sukadi mengutip keterangan para saksi.
Mengetahui hal itu, para saksi menghubungi pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polresta Denpasar, diketahui mulut korban tertutup lakban warna putih. Ia mengenakan kemeja putih.
Kenakan sarung warna abu-abu bergaris kuning. Kepala menunduk mengarah ke utara. Kaki bersimpuh mengarah ke timur. Pinggul sudah mengalami lebam mayat.
Lidah terjulur dan terjepit gigi bawah dan atas. Terdapat bekas jejak tali pada bawah rahang kiri, menuju leher depan di atas jakun, ke bawah rahang kanan, hingga melingkar melalui bawah tengkuk sampai rahang kiri.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun ditemukan beberapa catatan sebelum mengakhiri hidup, yang menyatakan bahwa dirinya telah meninggal dunia dan meminta pengurus rumah untuk menghubungi pihak desa dan pihak berwajib.
Serta catatan yang menerangkan dokumen-dokumen yang dimilikinya. Simpul tali yang terikat di leher korban menggunakan simpul hidup.
Simpul tali yang terikat di jendela menggunakan simpul mati. "Selain keterangan saksi dan bukti, penyebab kematian diduga gantung diri karena sakit kanker usus yang diderita tak kunjung sembuh," ungkap Jubir Polresta Denpasar.
Jenazah lelaki AS ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah Denpasar untuk dititipkan di ruang jenazah. "Saat ini keluarga berkoordinasi dengan konsulat Amerika untuk proses penguburan jenazah," pungkas Akap I Ketut Sukadi.***
Editor : M.Ridwan