Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Mendadak Muncul Ulah Iseng Pesanan Fiktif Sate Lilit Mengatasnamakan Kodim 1610/Klungkung, Pedagang Merugi Jutaan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 20 Mei 2025 | 13:50 WIB
ULAH ISENG MERUGIKAN : Pesanan fiktif 1.000 tusuk sate lilit ayam di Makodim 1610/Klungkung, Minggu (18/5/2025). (Foto: Kodim 1610/Klungkung)
ULAH ISENG MERUGIKAN : Pesanan fiktif 1.000 tusuk sate lilit ayam di Makodim 1610/Klungkung, Minggu (18/5/2025). (Foto: Kodim 1610/Klungkung)

SEMARAPURA, Radar Bali,id- Ada-ada saja kelakuan ulah iseng kurang ajar model begini. Yakni pemesanan makanan fiktif mengatas namakan Kodim 1610/Klungkung terjadi, Minggu (18/5/2025).

Tidak tanggung-tanggung, pesanan fiktif yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab tersebut berupa sate lilit ayam dengan jumlah 3 ribu tusuk seharga Rp3 ribu per tusuk.

Dandim 1610/Klungkung Letkol Inf Armen saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemesanan makanan fiktif mengatasnamakan Kodim 1610/Klungkung.

 Itu diketahui pada Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 17.10, setelah sejumlah wanita datang ke Makodim 1610/Klungkung membawa sekitar 1.000 tusuk sate lilit ayam.

Sate tersebut diproduksi oleh warung milik Ayu Saraswati, Ubud, Kabupaten Gianyar berdasarkan pesanan mengatasnamakan Kodim 1610/Klungkung yang dilakukan seorang pria mengaku bernama Leo Dewa asal Denpasar.

”Pemesanan fiktif mengatasnamakan Kodim tidak hanya terjadi di Klungkung, tetapi juga pernah dialami Kodim lainnya,” terangnya.

Orang tidak bertanggungjawab atas nama Leo itu melakukan pemesanan sate lilit ayam di warung milik Ayu Saraswati pada Sabtu (17/5/2025). Leo memesan sate sebanyak 1.000 tusuk per harinya mulai Minggu (18/5/2025)-Selasa (20/5/2025). Sehingga total pesanan selama tiga hari tersebut sebanyak 3 ribu tusuk dengan harga Rp3 ribu per tusuk.

Tanpa curiga, pesanan itu disanggupi lantaran adanya surat mengatasnamakan Kodim 1610/Klungkung.

”Kerugian yang dialami pedagang sekitar Rp2 juta. Mereka menganggap hal itu sebuah musibah dan tidak akan memperpanjang. Dan pesanan itu dibawa kembali,” katanya.

Mengingat per peristiwa tersebut sudah beberapa kali terjadi, dia mengimbau kepada para pedagang untuk berhati-hati dan waspada dalam menerima pesanan.

Dan dijelaskannya, untuk pemesanan dari Kodim 1610/Klungkung dilakukan melalui e-Katalog. Itu karena anggaran yang dikelola bersumber dari APBN. ”Dan dalam pemesanan, kami akan mendatangi tempatnya langsung,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#Peristiwa #pesanan #penipuan #kodim #sate lilit #klungkung