NUSA PENIDA, Radar Bali.id- Raihan Hanafi, 24 wisatawan asal Medan,Sumatra Utara, terseret arus saat berenang di Pantai Diamond, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 13.20.
Arus yang kuat membuat Hanafi semakin ke tengah laut dan terombang-ambing sekitar 35 menit sampai akhirnya menghilang.
Kasi Humas Polres Klungkung AKP Agus Widiono menuturkan, peristiwa itu bermula ketika Hanafi bersama 6 orang rekannya berwisata di Nusa Penida yang dipandu oleh I Komang Darmawan yang juga sopir dari mobil yang disewa mereka.
Sekitar pukul 09.30, rombongan tiba di objek wisata Pantai Kelingking dan langsung berfoto. Sekiranya pukul 11.43, rombongan tiba di objek wisata Pantai Diamond dan istirahat untuk makan siang.
Sekitar 30 menit kemudian atau sekitar pukul 12.30, pemandu memberikan pengarahan kepada rombongan tersebut dan diberikan waktu sekitar 1 jam untuk berfoto.
”Kemudian tiga orang dari rombongan termasuk korban berenang kurang lebih 50 meter dari bibir pantai,” ujarnya.
Pada saat berenang tersebut, turun hujan, cuaca memburuk, sehingga mereka yang berenang berupaya mencapai bibir pantai. Hanya saja karena arus laut yang kuat, mendadak ombak membesar, korban justru kian ke tengah laut. Setidaknya selama kurang lebih 35 menit, korban terombang-ambing di tengah laut.
Dan karena arus yang keras, korban menghilang selang beberapa waktu. ”Pada saat itu, Tim SAR tengah melakukan pencarian pemancing yang hilang di tebing Jepang Ceningan, begitu mendengar adanya peristiwa wisatawan terseret arus, Tim SAR kemudian mendatangi lokasi dan tiba sekitar pukul 14.35 dan langsung melakukan pencarian,” jelasnya.
Hanya saja korban belum ditemukan sehingga pencarian akan kembali dilakukan keesokan harinya. ”Korban merupakan wisatawan domestik yang rencananya hanya satu hari berada di Nusa Penida dan tidak menginap,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita