SINGARAJA, Radar Bali.id - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut terjadi di Jalan Raya Singaraja-Kintamani KM 13 tepatnya di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng pada Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 18.00 Wita. Akibatnya, satu orang menjadi korban jiwa dengan kondisi mengenaskan.
Laka lantas maut itu melibatkan truk mixer atau molen Nissan dengan nomor polisi (nopol) DK 8138 AT yang dikemudikan oleh Irin Supandi, 50, warga Kabupaten Sumbawa, NTB dan Gede Suryawan, 46, warga Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Selain itu, yang terlibat adalah sepeda motor Honda Grand nopol DK 3187 UI yang dikendarai oleh Nyoman Budiasa, 58, warga Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.
Peristiwa ini berawal dari datangnya truk roda enam itu dari arah selatan (Kintamani) menuju ke utara (Singaraja). Sementara Budiasa duduk di atas sepeda motornya yang terparkir di pinggir jalan. Posisinya di sebelah barat jalan. Ia diketahui menunggu istrinya yang sedang berbelanja di salah satu warung di pinggir Jalan Raya Singaraja-Kintamani.
Namun tanpa aba-aba, seketika truk molen yang dikemudikan Irin Supandi melaju dengan kecepatan tinggi karena rem blong, ditambah kondisi jalan yang mulai menurun. Akhirnya kendaraan berat itu menabrak Budiasa hingga terpental sejauh sepuluh meter. Budiasa diketahui anggota linmas Kubutambahan.
Dari rekaman CCTV, truk tersebut nyaris menabrak kendaraan minibus Isuzu Elf yang mendahului. Namun dalam hitungan detik, ternyata kendaraan roda enam itu sudah menabrak dan menimbulkan korban jiwa.
”Kendaraan roda enam terjadi kegagalan pada pengereman. Sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Kemudian menabrak korban Budiasa, hingga meninggal dunia,” ujar Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin kepada Jawa Pos Radar Bali pada Senin (30/6/2025) siang.
Tak berhenti di sana, truk terus melaju sampai ke ujung jalan, nyaris lolos sampai ke sebuah toko. Hingga akhirnya menabrak Tugu Ganesha yang berada di ujung jalan, yang merupakan pertigaan, sampai hancur. Diketahui jarak antara lokasi pertama dan kedua sejauh kurang lebih 550 meter.
Saat menabrak tugu tersebut, sepeda motor Honda Grand milik Budiasa ikut terseret. Usai berhenti, truk molen itu sempat mengeluarkan asap. Hal itu sempat dikhawatirkan masyarakat dan pengendara yang melintas.
”Peristiwa ini terjadi karena kurang hati-hatinya pengemudi kendaraan roda enam, sehingga mengalami rem blong, yang mengakibatkan laka lantas dan korban jiwa,” tambah Kasat Lantas Polres Buleleng.
Kerasnya benturan akibat tabrakan ini, membuat korban Budiasa mengalami luka cukup parah bahkan kondisinya mengenaskan. Ia mengalami luka robek pada perut, tangan kanan, dan paha kaki kanan. Bahkan ususnya juga terburai. Sedangkan istrinya tidak mengalami luka, sebab saat kejadian berada di dalam warung.
Sedangkan sopir truk mengalami luka pada rusuk sebelah kiri. Begitu juga kernet Suryawan mengalami luka robek pada kaki kanan, lepas tulang persendian pinggul, dan lecet ibu jari kanan. Mereka dirawat di RSUD Giri Emas. Luka yang dialami pengemudi truk, lantaran menabrak tugu di tengah jalan hingga hancur.
”Sementara belum diketahui truk molen dari mana mau ke mana. Cuma bilangnya dari selatan ke utara. Kami belum bisa interogasi lebih lanjut, karena sopir dan kernet masih proses penyembuhan,” lanjut AKP Bachtiar.
Tabrakan Truk Menyusul Kemudian
Tak berselang lama, sekitar pukul 22.40 Wita kembali terjadi laka lantas di lokasi yang sama. Peristiwa itu melibatkan masing-masing dua truk dan sepeda motor, yang sempat membuat kondisi di sekitar lokasi mencekam dan menegangkan.
Awalnya truk nopol DK 8808 UC bermuatan pasir yang dikemudikan Gede Agus Hermawan, 37, warga Desa Babakan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng melaju dari arah timur (Karangasem) menuju ke barat (Singaraja). Saat di lokasi kejadian, terparkir di sisi kiri pinggir jalan yakni truk DK 9546 DS yang dikemudian oleh Ardiansyah, warga Kabupaten Sumbawa, NTB.
Informasinya, truk itu dikerahkan oleh perusahaan yang sama dengan truk molen, untuk mengangkut material Tugu Ganesha yang hancur akibat ditabrak kendaraan roda enam itu.
”Karena kurang hati hati-hatinya pengendara Truk DK 8808 UC, pada saat melaju tidak memperhatikan kendaraan truk yang sedang parkir di bahu kiri jalan. Sehingga mengakibatkan laka lantas,” terang Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana pada Senin (30/6/2025).
Kerasnya benturan mengagetkan masyarakat dan pengguna jalan. Apalagi belum lama terjadi laka lantas maut di dekat sana. Kaca dan bodi kiri truk yang dikemudikan Gede Agus Hermawan pun remuk. Selain itu, dua sepeda motor yakni Honda Vario DK 3812 UAE dan DK 3812 UO kena dampaknya juga. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Dari video yang diterima Jawa Pos Radar Bali, terjadi ketegangan di lokasi kejadian. Bahkan polisi ikut menengahi agar tidak terjadi keributan. [*]
Editor : Hari Puspita