Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Kecelakaan Kerja, Diduga Kekurangan Oksigen, Tiga Pekerja Proyek Bak Air di Bangli Meninggal

Ida Bagus Indra Prasetia • Minggu, 3 Agustus 2025 | 14:05 WIB

GELAR OLAH TKP : Polisi dari pihak Reskrim menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). (foto:Polres Bangli)
GELAR OLAH TKP : Polisi dari pihak Reskrim menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). (foto:Polres Bangli)

 

 

 BANGLIRadar Bali.id – Mengagetkan. Tragis, kejadian ini. Musibah kemanusiaan terjadi di sebuah proyek pembangunan bak penampungan air.

Kejadian berlangsung  di gudang sepeda Bali Echo, berlokasi di Banjar Seribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, pada Sabtu pagi (2/8/2025) pukul 08.15 Wita.

Dalam kejadian itu, tiga pekerja tewas diduga mengalami gagal napas saat bekerja di dalam ruang sempit bak penampungan air. Seorang pekerja lainnya selamat namun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Astaga! Nahas, Kecelakaan Kerja Menimpa Pekerja TPS3R Desa Gelgel,Klungkung, Tangan Masuk ke Mesin Pencacah Sampah

 

Bak penampungan air yang menjadi lokasi kejadian memiliki kedalaman 2,5 meter, panjang 6,5 meter, dan lebar 3,5 meter, dengan lubang akses masuk hanya berukuran 60 x 60 sentimeter. Posisinya cukup sempit bagi proses evakuasi darurat.

 

Baca Juga: Kecelakaan Kerja Buruh Bangunan, Manajemen Hotel Puri Santrian Sanur Sampaikan Belasungkawa dan Beri Santunan Duka

Kejadian bermula saat korban pertama, I Nengah Darman, masuk ke dalam bak untuk membongkar tiang penyangga bekas coran. Tak berselang lama, I Wayan Buda Adnyana menyusul masuk. Namun, tak lama kemudian keduanya tampak lemas dan tidak memberikan respons.

Melihat situasi memburuk, korban ketiga, I Ketut Juliawan, mencoba turun untuk menolong, namun ia pun mengalami hal serupa. Upaya penyelamatan pun dilanjutkan oleh Anak Agung Putu Rimbawan, pekerja keempat yang turun ke dalam lubang. Sayangnya, ia juga mengalami sesak napas dan nyaris menjadi korban keempat.

Beruntung, warga yang melihat situasi segera membantu dan berhasil menyelamatkan Anak Agung Putu Rimbawan, yang kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Susut I.

Sementara ketiga korban lainnya tak bisa diselamatkan dalam waktu cepat. Evakuasi sempat terhambat oleh sempitnya akses dan terbatasnya peralatan. Dengan bantuan warga, aparat kepolisian, serta alat berat ekskavator yang dipinjamkan warga sekitar, ketiga korban akhirnya berhasil diangkat dan dibawa ke RSUD Bangli.

Namun, nyawa mereka tidak tertolong. Ketiganya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Gusti Ngurah Jaya Winangun, didampingi Kasi Humas, Ipda Gede Gumiliarta, membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

”Dugaan sementara, para korban mengalami gagal pernapasan saat berada di dalam ruang tertutup dengan sirkulasi udara minim, ketika membongkar tiang pancang bekas coran,” ujar AKP Jaya Winangun.

Pihak kepolisian juga tengah mengecek apakah telah diterapkan standar keselamatan kerja yang sesuai dalam proyek tersebut.

Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, rekan kerja, dan warga setempat. Pihak keluarga telah diberitahu, sementara korban selamat masih dalam pengawasan tim medis. [*]

Editor : Hari Puspita
#musibah #pekerja bangunan #buruh #bangli #kecelakaan kerja