Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Temuan Mengejutkan di Hutan Lindung Buleleng: Dua Anakan Kucing Kuwuk, Usia Baru Tiga Minggu

Francelino Junior • Jumat, 5 September 2025 | 19:40 WIB
MENGGEMASKAN : Potret kucing kuwuk (Prionailurus Bengalensis) yang ditemukan di Hutan Lindung Desa Pejarakan.(Istimewa)
MENGGEMASKAN : Potret kucing kuwuk (Prionailurus Bengalensis) yang ditemukan di Hutan Lindung Desa Pejarakan.(Istimewa)

 

Sini jelas sebuah temuan menarik sekaligus mengkhawatirkan. Yakni temuan di hutan lindung Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dua ekor anakan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), satwa liar yang dilindungi, ditemukan di area tersebut, memicu perhatian serius terhadap keberlanjutan habitat mereka.

DUA  anakan kucing hutan atau macan akar ini ditemukan oleh seorang warga negara asing bernama John pada Minggu (17/8/2025).

Ia menemukannya di pinggir jalan setapak menuju Pantai Pasir Putih yang berada di dalam kawasan hutan. Setelah sempat menunggu induknya tidak kunjung kembali, John memutuskan membawa dua anakan tersebut ke penangkaran milik Yayasan Jaringan Satwa Indonesia di Desa Pejarakan.

Masih Berumur Tiga Minggu, Terancam Punah

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, diketahui kedua kucing kuwuk berjenis kelamin betina dan diperkirakan baru berumur sekitar tiga minggu, dengan berat badan berkisar 350-400 gram.

"Kucing ini masuk dalam daftar hewan langka yang terancam punah, sehingga dilindungi. Kawasan hutan Bali barat merupakan habitat alami kucing hutan," ujar Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko.

Kucing kuwuk dikenal memiliki corak totol yang mencolok, mirip macan tutul. Satwa ini juga penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem karena memangsa tikus dan serangga hama.

Saat ini, kedua anakan kucing kuwuk tersebut menjalani rehabilitasi intensif. Dokter Hewan Yayasan Jaringan Satwa Indonesia, Farida Ulya, menjelaskan bahwa satwa ini diberi makan dan susu setiap tiga jam, dilengkapi vitamin, dan pemeriksaan medis rutin.

 Mereka juga ditempatkan di ruangan hangat, lengkap dengan penghangat di malam hari."Induknya belum ditemukan, meski sudah dipantau," tambah Farida Ulya.

Bukti Keberadaan Satwa Langka Lain

Pemerintah Desa Pejarakan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali terkait temuan ini. Penemuan ini menjadi yang pertama kali dilaporkan di kawasan tersebut, yang memiliki luas hutan lindung hingga ribuan hektar.

"Penemuan ini pertama kali. Belum pernah ada laporan penemuan kucing di kawasan sini. Warga saya himbau untuk melaporkan, apabila menemukan satwa serupa," tegas Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa.

Temuan ini mengindikasikan adanya kemungkinan keberadaan satwa liar dilindungi lainnya di dalam hutan lindung Pejarakan.

Dua anakan kucing kuwuk ini akan menjalani proses rehabilitasi hingga mereka benar-benar mampu berburu, beradaptasi dengan lanskap hutan, dan mengasah insting bertahan hidup sebelum siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#satwa langka #hutan lindung #Macan akar #buleleng #satwa dilindungi