Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Mabuk dan Bawa Pedang, Pria di Baktiseraga Ancam Adik Kandung Sendiri

Francelino Junior • Senin, 3 November 2025 | 14:45 WIB
ilustrasi penganiayaan dan pengancaman.dok.JawaPos.com
ilustrasi penganiayaan dan pengancaman.dok.JawaPos.com

SINGARAJA, RadarBali.id – Suasana malam minggu di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, mendadak mencekam setelah seorang pria bernama Gede Pudali Jiwantara,38, mengamuk dalam kondisi mabuk sambil membawa senjata tajam.

Beruntung, Tim SIGAP Polsek Singaraja segera bergerak cepat ke lokasi, mencegah insiden kekerasan terjadi.

Insiden yang meresahkan warga ini terjadi pada Sabtu malam (1/11/2025) sekitar pukul 21.00 Wita di Jalan Fajar, Banjar Dinas Seraya, Desa Baktiseraga.

Pelaku dilaporkan mengancam adik kandungnya, Ni Nyoman Petri Jariningsih,32, menggunakan sebilah pedang. Diketahui keduanya tinggal dalam satu rumah.

"Begitu laporan masuk, Tim SIGAP langsung bergerak ke lokasi. Tujuannya adalah untuk menenangkan situasi dan melucuti senjata tajam yang dibawa pelaku," ujar Kapolsek Singaraja, Kompol Gede Juli, pada Minggu (2/11/2025).

Diamankan untuk Mencegah Amuk Warga

Pelaku yang sedang di bawah pengaruh alkohol itu berhasil diamankan oleh petugas tanpa perlawanan berarti. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah pedang.

Respon cepat ini dilakukan polisi untuk mencegah jatuhnya korban dan menjaga stabilitas keamanan lingkungan, sekaligus menghindari potensi amuk massa. Gede Pudali kemudian dibawa ke Mapolsek Singaraja dan menginap semalaman.

Selesai Kekeluargaan dan Imbauan Polisi

Kompol Juli menambahkan, masalah ini telah diselesaikan secara kekeluargaan pada Minggu pagi (2/11/2025).

"Tadi pagi sudah diselesaikan secara kekeluargaan, ditandai dengan surat pernyataan dan pencabutan laporan oleh adik kandungnya," tandas Kompol Juli.

Atas insiden ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Sebab, konsumsi alkohol yang berlebihan seringkali menjadi pemicu utama tindakan kriminal atau tindakan meresahkan lain, seperti mengamuk dan membawa senjata tajam.[*]

Editor : Hari Puspita
#orang mabuk #pengancaman #mabuk alkohol #Polsek Singaraja