Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diterjang Longsor, Warung Hancur Tertimbun Tebing, Pemilik Selamat Berkat Hari Raya

Francelino Junior • Kamis, 6 November 2025 | 14:09 WIB
MUSIBAH LONGSOR : Kondisi warung milik warga di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang tertimbun longsoran tebing setinggi tiga meter. ( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)
MUSIBAH LONGSOR : Kondisi warung milik warga di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang tertimbun longsoran tebing setinggi tiga meter. ( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)

 

SINGARAJA, RadarBali.id- Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, pada Rabu (5/11/2025), memicu bencana tanah longsor yang merusak parah sebuah warung semi permanen.

Beruntung, insiden yang terjadi di Banjar Dinas Dajan Pangkung, Desa Galungan, ini tidak menelan korban jiwa, sebab warung milik Gede Ropa tersebut sedang tutup karena perayaan hari raya.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 13.30 Wita setelah wilayah tersebut dilanda hujan lebat selama berjam-jam. "Longsor menimpa satu bangunan warung milik warga. Kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta. Syukurnya tidak ada korban jiwa," ujar Iptu Yohana pada Rabu sore (5/11/2025).

Tebing setinggi tiga meter di dekat warung berukuran 4x5 meter tersebut ambrol, menimbun bangunan dengan tanah bercampur batu hingga merusak seluruh perabotan rumah tangga di dalamnya.

Perbekel Desa Galungan, I Nyoman Suksema, membenarkan bahwa lokasi warung memang curam dan ekstrem di bawah tebing. "Saat kejadian, warung sedang tutup, pas hari raya. Beruntung pemiliknya tidak di tempat," ungkapnya. Pasca-kejadian, warga desa dan relawan segera bergerak melakukan gotong royong pembersihan.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat tebing atau perbukitan di Buleleng, diimbau untuk selalu waspada mengingat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini. Warga diminta segera melapor kepada aparat jika menemukan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau aliran air yang tidak biasa, untuk meminimalisir risiko dan mempercepat penanganan.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #tanah longsor #buleleng #bpbd