NEGARA, Radar Bali.id – Simbol negara, Bendera Merah Putih, di Taman Pecangakan, tepat di depan Kantor Bupati Jembrana, menjadi sasaran aksi vandalisme yang meresahkan. Bendera kebanggaan tersebut ditemukan telah dicorat-coret menggunakan cat warna putih.
Aksi perusakan ini diduga kuat terjadi pada Selasa malam (18/11/2025). Parahnya, tindakan tidak terpuji ini sempat direkam oleh salah seorang pengunjung dan videonya kini telah beredar luas di media sosial, menjadi bukti utama kepolisian.
Hingga Rabu (19/11/2025) pagi, bendera yang masih terpasang di atas tiang lapangan Taman Pecangakan tersebut terlihat ada coretan. Namun, kata-kata yang tertulis belum dapat teridentifikasi karena bendera berada dalam posisi terlipat.
Peran Pelaku Terekam Jelas
Dalam video yang beredar, terlihat jelas ada dua orang lelaki yang terlibat dalam aksi perusakan ini. Satu orang bertugas memegang kedua ujung bendera agar tidak bergerak, sementara pelaku lainnya dengan leluasa menyemprotkan cat dari kaleng semprot ke permukaan Bendera Merah Putih.
Kasatpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa bendera tersebut terakhir digunakan saat upacara Pelantikan PPPK Paruh Waktu pada Senin lalu, dan sayangnya, panitia tidak menurunkan bendera setelah acara selesai.
"Panitia PPPK paruh waktu tidak turunkan bendera setelah selesai acara," ujarnya.
Kepolisian Bertindak Cepat, Patroli Diperketat
Terkait perusakan ini, Kepolisian Resort Jembrana telah menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Motif serta identitas pasti kedua pelaku vandalisme tersebut hingga siang kemarin masih ditelisik.
Eko Susilo juga menambahkan bahwa saat peristiwa terjadi, personel Satpol PP yang bertugas di sekitar Kantor Bupati Jembrana sedang berjaga di dalam kantor, sehingga luput dari pengawasan.
Sebagai langkah responsif, Kasatpol PP memastikan bahwa pengawasan dan patroli di sekitar kawasan Taman Pecangakan, yang merupakan titik sentral Kabupaten Jembrana, akan ditingkatkan secara signifikan pasca-insiden ini.[*]
Editor : Hari Puspita