SINGARAJA, RadarBali.id- Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar KM 2,3, wilayah Kelurahan Sukasada, Buleleng, pada Selasa (18/11/2025) sore sekitar pukul 15.30 Wita.
Insiden yang diduga dipicu oleh pengemudi yang mengantuk (microsleep) ini menyebabkan seorang ibu meninggal dunia dan anaknya mengalami luka-luka.
Korban meninggal adalah Ni Luh Ariatni ,46, warga Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Sementara anaknya, Putu Ardana Yasa,23, yang mengendarai sepeda motor, hanya mengalami luka robek di pelipis kiri dan bibir bawah.
Kronologi: Tabrak Pohon lalu Terlindas Truk Boks
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan kronologi kecelakaan maut tersebut.
Korban Ardana diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha NMax DK 6127 ADI, membonceng ibunya, menuju arah utara (Singaraja). Di belakang mereka, melaju mobil light truck box Isuzu DK 8609 FA yang dikemudikan I Gede Suparma Yasa,47.
Setibanya di lokasi kejadian, tepat di depan SMPN 1 Sukasada, Ardana diduga mengantuk berat.
"Karena kurang hati-hatinya pengendara, apalagi kondisi jalan sedikit menurun, membuat kendaraannya oleng ke kiri dan menabrak pohon perindang yang berada di sebelah kiri jalan," jelas Iptu Yohana.
Setelah benturan keras dengan pohon, korban Ni Luh Ariatni yang dibonceng langsung terpental ke tengah jalan. Nahas, tubuhnya kemudian terlindas oleh ban belakang mobil light truck box Isuzu yang berada tepat di belakangnya.
Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Buleleng, namun Ni Luh Ariatni dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Imbauan Polisi: Keselamatan Lebih Penting dari Kecepatan
Polisi telah mengamankan sopir truk boks, I Gede Suparma Yasa, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan, pasangan ibu dan anak ini diketahui melakukan perjalanan jauh dari Sesetan, Denpasar menuju Kelurahan Penarukan, Buleleng.
Menyikapi insiden ini, Polres Buleleng mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan.
"Mengemudi dalam kondisi mengantuk sangat berbahaya dan dapat memicu laka lantas. Meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat, minum air, atau melakukan peregangan sebelum kembali melanjutkan perjalanan sangat penting," tegas Iptu Yohana.
Polisi menekankan bahwa mengedepankan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting daripada mengejar waktu.[*]
Editor : Hari Puspita