DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Seorang perempuan bernama Lina usia 42 tahun ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya. Karena itu warga Warga Gang Listrik, Jalan Pulau Bungin, Pedungan, Denpasar Selatan ikut gege Selasa (6/01/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.
Korban ditemukan tergeletak dalam kamar di depan pintu kamar kosnya setelah dua orang saksi mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Pihak kepolisian masih dalami penyebab kematiannya.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan, kecurigaan bermula saat saksi melihat korban tidak keluar kamar sejak pagi hari. “Saksi pertama mencoba mengetuk dan menggedor pintu kamar korban, namun tidak mendapat respons,” ungkapnya.
Merasa ada yang tidak beres, saksi kemudian memanggil saksi lainnya untuk meminta bantuan. Karena pintu kamar tetap terkunci dan tidak ada jawaban dari dalam, keduanya akhirnya menendang pintu kamar kos tersebut hingga terbuka.
“Setelah pintu berhasil dibuka, saksi melihat korban sudah tergeletak di dalam kamar, tepat di depan pintu, dalam kondisi tidak bernyawa,” jelas Iptu Azel. Polisi yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di dalam kamar korban, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit ponsel merek Oppo, satu kotak obat CTM, dua papan obat ampisilin, serta sepuluh bungkus puyer Bintang Tujuh. Diketahui, identitas resmi korban belum ditemukan di lokasi kejadian.
“Tidak ditemukan KTP atau identitas diri korban di TKP,” tambahnya. Penanganan jenazah dilakukan pada malam hari sekitar pukul 19.40 WITA.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, sekitar pukul 20.15 WITA. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan menunggu hasil pemeriksaan medis.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan