SINGARAJA, RadarBali.id– Niat hati ingin pulang setelah bersantai, I Made Martawan , 29, justru menjadi korban penganiayaan. Warga Desa Tigawasa ini dipukuli oleh pria berinisial Made P hanya karena salah paham terkait suara mesin sepeda motor yang dianggap mengganggu.
Peristiwa bermula pada Jumat (9/1/2026) malam, saat Martawan bersama tiga rekannya pulang usai menikmati tuak di daerah Munduk Ngandang.
Dalam perjalanan pulang, motor yang dikendarai Martawan dan rekannya, Brengbeng, terjatuh di jalanan licin akibat hujan. Karena posisi motor berada di bawah badan jalan, mereka terpaksa menarik gas cukup dalam agar motor bisa naik kembali.
"Saat itulah keluar suara raungan mesin yang keras. Tak lama kemudian datang Made P bersama rekannya dan langsung terjadi cekcok mulut. Korban dituduh sengaja menggeber-geber gas motor," ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, Senin (12/1/2026).
Emosi yang menyulut membuat Made P gelap mata. Ia melayangkan pukulan berkali-kali ke wajah Martawan hingga korban tersungkur. Akibat kejadian ini, Martawan mengalami luka robek di bibir dan telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Buleleng untuk diproses hukum.[*]
Editor : Hari Puspita