Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nekat Mendaki di Musim Hujan, Terjang Cuaca Ekstrem, Remaja Pendaki Gunung Agung Ini Dievakuasi dari Ketinggian 2400 MDPL

Zulfika Rahman • Rabu, 14 Januari 2026 | 06:49 WIB
MEMBAIK SETELAH HIPOTERMIA : I Ketut Yedija Karunia Arta remaja pendaki gunung  usia 18 tahun ini sempat mengalami hipotermia. (ist)
MEMBAIK SETELAH HIPOTERMIA : I Ketut Yedija Karunia Arta remaja pendaki gunung usia 18 tahun ini sempat mengalami hipotermia. (ist)

 

AMLAMPURA, RadarBali.id – Tim Basarnas melakukan aksi heroik mengevakuasi seorang remaja, I Ketut Yedija Karunia Arta,18, yang mengalami hipotermia (gangguan fisik akibat berada di ketinggian)  saat mendaki Gunung Agung pada Selasa (13/1/2026) dini hari.

Korban memulai pendakian bersama seorang rekannya melalui jalur Pura Pengubengan pada Senin siang.

Namun, saat mencapai ketinggian 2. 400 meter di atas permukaan laut (MDPL) pada malam hari, kondisi fisik korban menurun drastis akibat cuaca dingin ekstrem dan hujan lebat.

"Korban mengeluh kedinginan parah dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Mereka sempat berlindung di Pos 2 sambil melapor ke Polsek Rendang," kata Koordinator Lapangan Basarnas, Putu Handika Bhayangkara.

Sebanyak delapan personel Tim Rescue Pos SAR Karangasem dikerahkan menuju lokasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama empat jam di bawah guyuran hujan. Petugas sempat menunda penurunan korban sejenak demi keamanan hingga cuaca sedikit mereda.

Sekitar pukul 03.40 Wita, korban berhasil dibawa turun ke Pos Pura Pengubengan dalam kondisi lemas namun selamat, dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#gunung agung #pendakian #Evakuasi Pendaki #evakuasi #bpbd #hipotermia