Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jalur Utama Sanghyang Ambu Longsor, 10 Rumah Warga Terdampak Senderan Jebol

Zulfika Rahman • Senin, 19 Januari 2026 | 04:25 WIB
LONGSOR : Jalur Denpasar-Amlapura tepatnya di Sanghyang Ambu, Desa Bugbug longsor akubat hujan deras hingga membuat arus lalulintas terganggu. (ist)
LONGSOR : Jalur Denpasar-Amlapura tepatnya di Sanghyang Ambu, Desa Bugbug longsor akubat hujan deras hingga membuat arus lalulintas terganggu. (ist)

 

AMLAPURA, Radar Bali.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem sejak Minggu (18/1/2026) pagi hingga sore memicu rentetan bencana alam. Akses vital jalan utama Denpasar-Amlapura sempat lumpuh akibat tanah longsor di jalur Sanghyang Ambu, Desa Bugbug.

Jalur Sanghyang Ambu yang selama ini menjadi "langganan" longsor kembali memakan korban. Material tanah dan bebatuan besar menutup badan jalan, sehingga membuat arus lalu lintas dari kedua arah terganggu parah.

"Jalur tersebut merupakan akses utama dengan arus lalu lintas yang cukup padat. Begitu terjadi longsor, praktis mobilitas warga terganggu. Kami sudah terjunkan tim untuk penanganan cepat," ujar Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa.

Beruntung, berkat sinergi petugas lintas instansi dan bantuan masyarakat sekitar, material longsor berhasil dibersihkan sehingga jalur utama kini mulai berangsur normal.

Senderan Vila Setinggi 7,5 Meter Jebol di Desa Bunutan

Bencana tidak hanya terjadi di Desa Bugbug. Di hari sebelumnya, Sabtu (17/1), sebuah senderan proyek vila setinggi 7,5 meter di Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, dilaporkan jebol akibat tak kuat menahan gerusan air hujan.

Dampaknya cukup serius. Selain materialnya menutup akses jalan desa, reruntuhan senderan tersebut juga mengenai bangunan akomodasi pariwisata serta berdampak pada 10 rumah warga yang berada di area sekitar lokasi proyek.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa di Bunutan. Saat ini kerugian material masih dalam proses penghitungan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemilik proyek untuk melakukan pembersihan menggunakan alat berat," tambah Arimbawa.

BPBD Imbau Warga Segera Mengungsi jika Hujan Lebat

Mengingat prakiraan cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan tinggi, BPBD Karangasem mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan.

Masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan, lereng curam, hingga bantaran sungai diminta untuk tetap waspada dan segera bergeser ke tempat yang lebih aman jika hujan deras turun dengan durasi lama. "Kami minta warga selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama," tegas Arimbawa. [*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #banjir #karangasem #cuacaekstrem #longsor