NEGARA, RadarBali.id– Proses pengangkatan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya membawa harapan baru bagi keluarga korban yang hilang. Meski sudah tujuh bulan berlalu.
Harapan ini muncul dari keluarga I Komang Surata,56, korban asal Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, tetap berharap sang ayah segera ditemukan.
I Gede Sumerta, kakak korban, mengaku terus memantau perkembangan evakuasi melalui media. "Keluarga sangat berharap adik saya ditemukan, bagaimana pun kondisinya," ungkap Sumerta penuh harap.
Keyakinan keluarga semakin kuat setelah salah satu truk yang diangkat dari dasar laut diduga kuat adalah truk semen yang dikemudikan oleh korban.
Selain itu, penemuan jenazah di lokasi pengangkatan menunjukkan kemiripan ciri fisik, terutama dari pakaian yang dikenakan.
"Dari video yang saya lihat, itu memang truknya. Saya berharap mayat yang ditemukan dengan ciri celana tersebut adalah adik saya," tambahnya.
Saat ini, keluarga masih menunggu hasil identifikasi medis dan pencocokan DNA. Sampel DNA pihak keluarga sebelumnya telah diambil sesaat setelah kapal dinyatakan tenggelam.
Kepastian bahwa I Komang Surata berada di kapal tersebut juga diperkuat oleh pihak perusahaan kapal. Meski dalam manifes PT ASDP tercatat nama "Nyoman" (52 tahun) asal Banyuwangi dengan kendaraan DK 8286 WE, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa data tersebut merujuk pada I Nyoman Surata, dari Dauhwaru.[*]
Editor : Hari Puspita