GILIMANUK, Radar Bali.id– Kelelahan akibat antrean panjang menjelang penyeberangan kembali menelan korban jiwa. Korbannya seorang pemudik perempuan berinisial RP,40, warga asal Kelurahan Kembangsari, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Wanita nahas ini dilaporkan meninggal dunia saat bus yang ditumpanginya menanti antrean masuk ke Pelabuhan Gilimanuk, hari Rabu (18/3/2026).
Korban diketahui melakukan perjalanan mudik seorang diri dari Denpasar naik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yaknis bus Tami Jaya (AB 7991 AS) jurusan Denpasar–Jawa Tengah pada Selasa sore.
Namun, padatnya arus mudik membuat kendaraan tertahan selama berjam-jam sebelum mencapai pelabuhan.
Berikut adalah rincian detik-detik kejadian:
- Selasa Sore (17/3/2026): RP berangkat dari Denpasar tanpa pendamping keluarga.
- Rabu Sore: Setelah berjam-jam terjebak antrean, RP dilaporkan mengalami kelelahan hebat hingga jatuh pingsan di kursi depan bus saat posisi kendaraan sudah mendekati pintu masuk pelabuhan.
- Tindakan Darurat: Awak bus segera meminta bantuan medis. Petugas di Kantor Kesehatan Karantina sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai upaya penyelamatan darurat.
- Kematian: Korban dilarikan ke Puskesmas II Melaya, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, kepada wartawan membenarkan peristiwa tragis yang menimpa ibu rumah tangga tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi fisik yang drop akibat kelelahan diduga kuat menjadi penyebab utama.
"Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelelahan saat menunggu antrean panjang untuk menyeberang," ujar AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi.
Pemulangan Jenazah
Hingga saat ini, jenazah korban masih disemayamkan sementara di Puskesmas Gilimanuk. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Jawa Tengah. Rencananya, jenazah RP akan langsung dipulangkan ke rumah duka di Kebumen menggunakan mobil jenazah dari RSU Negara.[*]
Editor : Hari Puspita