Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dumogi Amor ring Acintya, Musibah di Hari Ngembak Geni, di Gianyar, Bocah Nahas Ini Tenggelam di Sungai Melangit

Ida Bagus Indra Prasetia • Minggu, 22 Maret 2026 | 16:15 WIB

ilustrasi bocah tenggelam (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi bocah tenggelam (gambar digital gemini/radar bali)

GIANYAR, Radar Bali.id  – Suasana Ngembak Geni di Desa Sidan, Gianyar, berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun berinisial IPOP dilaporkan tewas tenggelam saat mandi bersama rekan-rekannya di aliran Sungai Melangit, Jumat lalu  (20/3/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan   korban saat itu tengah menikmati hari libur hari suci umat Hindu bersama empat orang temannya di pinggiran sungai.

Kapolsek Gianyar, Kompol Made Adi Suryawan, menjelaskan bahwa petaka bermula ketika korban yang awalnya berada di bagian sungai yang dangkal, tiba-tiba terpeleset ke area yang lebih dalam.

"Korban mendadak terpeleset ke bagian sungai yang lebih dalam. Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun gagal karena arus sungai yang cukup deras dan kedalaman air yang signifikan," ungkap Kompol Adi Suryawan seizin Kapolres Gianyar.

Kepanikan pecah saat teman-teman korban berlari meminta bantuan kepada warga sekitar. Mendengar laporan anak-anak tersebut, warga setempat langsung melakukan upaya pencarian secara mandiri di sepanjang aliran sungai.

Setelah beberapa saat melakukan penyisiran, jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi mengambang, sejauh 500 meter dari titik awal ia terpeleset. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, takdir berkata lain. Pihak medis menyatakan korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.25 Wita dalam kondisi sudah tidak bernapas dan denyut nadi tidak terdeteksi.

"Korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit," tambah Kapolsek.

Saat ini, jenazah IPOP telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga di Desa Sidan untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan tata cara upacara keagamaan setempat. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di dekat aliran sungai yang memiliki arus kuat. [*]

Editor : Hari Puspita
#tenggelam #musibah #tukad melangit #gianyar