DRAMATIS ! : Delapan  Nelayan Serangan Bertahan Hidup di Atas Perahu Terbalik

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB
TERSELAMATKAN: Penyelamatan 8 ABK yang perahunya terbalik akibat dihempas ombak di Perairan Nusa Lembongan. (Foto: Basarnas Bali)
TERSELAMATKAN: Penyelamatan 8 ABK yang perahunya terbalik akibat dihempas ombak di Perairan Nusa Lembongan. (Foto: Basarnas Bali)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Gelap malam di Perairan Nusa Lembongan, Selasa (14/4/2026) menjadi saksi perjuangan hidup mati delapan nelayan asal Serangan.

Perahu yang mereka tumpangi terhempas ombak besar hingga terbalik, memaksa para kru kapal terapung-apung di tengah laut demi menunggu mukjizat datang.

Baca Juga: Sempat Hilang di Nusa Penida, Nelayan Sanur Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Senggigi Lombok

Peristiwa mencekam ini bermula saat rombongan yang terdiri dari Wak Adin, Fahmi, Alpin, Ancung, Wak Pii, Boy, Aswin, dan Yondi bertolak dari Pulau Serangan menuju Nusa Penida untuk mencari nafkah.

]Namun, sekitar pukul 19.00 Wita, cuaca memburuk. Ombak besar datang menghantam, membalikkan badan perahu dalam sekejap.

Baca Juga: Ya Tuhan! Hendak Selamatkan Teman yang Terseret Arus Laut, Agus Suarsa Malah Ditemukan Tewas Digulung Ombak Pantai Saba

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa para korban sempat bertahan di atas lambung perahu yang terbalik sembari meminta bantuan. Laporan darurat baru diterima tim SAR pada pukul 19.30 WITA.

"Tim SAR Gabungan bergerak cepat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 05 menuju koordinat kejadian," ujar Sidakarya, Rabu (15/4/2026).

Pencarian di tengah samudera itu membuahkan hasil sekitar pukul 21.00 WITA. Kedelapan nelayan ditemukan selamat pada posisi 8,6 NM dari Pelabuhan Benoa.

Isak tangis haru pecah saat tim evakuasi membawa mereka tiba di Benoa pada pukul 21.50 Wita. Kini, mereka tengah beristirahat di KN SAR Arjuna 229 sembari menunggu jemputan keluarga untuk kembali ke rumah.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
musibah laut nelayan penyelamatan nusa penida cuaca buruk