AMLAPURA, Radar Bali.id – Proyek pembangunan di Bali tampaknya harus bersiap menghadapi pembengkakan biaya. Harga pasir di Kabupaten Karangasem mengalami kenaikan signifikan, dari semula Rp 800 ribu kini menyentuh angka Rp 1,2 juta per truk.
Para pengusaha Galian C mengaku terjepit oleh meroketnya harga BBM non-subsidi (solar industri) yang naik hampir 100 persen, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 28 ribu per liter akibat dampak geopolitik global.
"Kami sebenarnya berat menaikkan harga, tapi operasional tambang membengkak luar biasa. Standar harga di SK Gubernur Nomor 101 Tahun 2025 sudah tidak relevan dengan kondisi krisis saat ini," ungkap salah satu pengusaha di Kecamatan Selat.
Menanggapi hal ini, Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menyatakan tetap meminta pengusaha mematuhi regulasi yang ada.
"Pemerintah masih berpedoman pada SK Gubernur Bali. Kami terus lakukan sosialisasi agar harga tetap terkendali sesuai ketentuan," ujarnya singkat.[*]
Editor : Hari Puspita