SEMARAPURA, Radar Bali.id – Cinta memang bisa membutakan mata dan hati. Dampaknya , suasana di depan Warung Bakso Kadung Tresna, Kelurahan Semarapura Kelod, mendadak mencekam pada Rabu (22/4/2026) siang sekitar pukul 13.30 Wita.
Baca Juga: Badah! Sopir Truk Mabuk Ngamuk di Sidakarya, Zig-Zag di Jalan hingga Tantang Warga
Seorang pemuda bernama Ashari,20, asal Jember yang menetap di Desa Kusamba, mengamuk hingga harus “ditenangkan” warga dengan cara diikat.
Aksi nekat Ashari diduga kuat dipicu oleh rasa cemburu yang membara, diperparah dengan kondisi pelaku yang sedang berada di bawah pengaruh minuman keras (miras).
Kronologi Kejadian
- Pukul 13.00 Wita: Pelaku mendatangi warung bakso tempat kekasihnya, Wafik Ajijah, berada. Tujuannya adalah untuk mengklarifikasi status hubungan mereka.
- Cekcok Mulut: Situasi memanas setelah Ajijah mengaku telah kembali menjalin hubungan dengan sang mantan. Mendengar pengakuan tersebut, Ashari yang dalam kondisi mabuk langsung meledak emosinya.
- Aksi Anarkistis: Pelaku mulai mengamuk dan memaksa kekasihnya tersebut untuk pulang secara kasar.
Melihat tindakan pelaku yang mulai membahayakan, pemilik warung bersama warga sekitar langsung bergerak cepat. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga terpaksa mengikat tangan pelaku sembari menunggu kedatangan pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Punarwibawa, membenarkan kejadian tersebut. "Pelaku sudah diamankan ke Polsek Klungkung untuk dimintai keterangan. Rencananya akan dilakukan mediasi atau pertemuan antar pihak terkait," terangnya.[*]
Editor : Hari Puspita