Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rem Mendadak Berujung Benturan, Ambulans Kremasi Cekomaria Seruduk Pantat Truk Tangki di Jalur Tengkorak

Juliadi Radar Bali • Rabu, 29 April 2026 | 08:46 WIB

 

MENGAGETKAN WARGA: Mobil ambulans milik Kremasi Cekomaria bertabrakan dengan truk tangki Pertamina di kawasan Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. (ist)
MENGAGETKAN WARGA: Mobil ambulans milik Kremasi Cekomaria bertabrakan dengan truk tangki Pertamina di kawasan Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan. (ist)

TABANAN, Radar Bali.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur maut Denpasar-Gilimanuk. Sebuah mobil ambulans milik Kremasi Cekomaria terlibat tabrakan dengan truk tangki Pertamina di kawasan Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, pada Senin (27/4/2026) sore.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Depan Pos TNI AL,  Seorang Pemotor Tewas Usai Tabrakan Maut

Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.05 Wita ini sempat mengejutkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Baca Juga: Tabrakan di Jalur Tengkorak, Pikap Ringsek Terjang Truk Akibat Sopir Mengantuk

Beruntung, meski bagian depan ambulans mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan bermula saat mobil ambulans dengan nomor polisi DK 9013 HH yang dikemudikan oleh Made Ekariawan (46) meluncur dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar). Saat itu, ambulans dalam kondisi kosong tanpa muatan jenazah.

Setibanya di lokasi kejadian, situasi mendadak berubah drastis. Sebuah sepeda motor dilaporkan terjatuh tepat di depan truk tangki Pertamina yang melaju searah di depan ambulans. Merespons hal tersebut, sopir truk langsung melakukan pengereman mendadak untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal dengan pengendara motor.

Nahas, karena jarak yang sudah terlalu dekat, Made Ekariawan tidak sempat mengantisipasi penghentian mendadak tersebut. Ambulans pun menghantam bagian belakang truk tangki dengan keras.

Berakhir Damai

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026), membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa faktor utama kecelakaan adalah kurangnya jarak aman antar kendaraan.

"Sopir ambulans kaget karena truk di depannya mengerem mendadak. Akibat jarak yang terlalu mepet, tabrakan tidak terhindarkan," ungkap AKP I Gusti Made Berata.

Meski kedua kendaraan mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian material mencapai 5 juta Rupiah, kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan mediasi oleh petugas, kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang masalah.

"Kasus kecelakaan ini sudah diselesaikan secara damai dan kekeluargaan," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#lakalantas #Selemadeg Tabanan #kecelakaan #ambulans #denpasar gilimanuk