NEGARA, Radar Bali.id – Keselamatan pengguna jalan di lintasan utama Bali–Jawa kembali terancam. Jalur tengkorak Denpasar–Gilimanuk yang selama ini dikenal rawan kecelakaan, kini ada ancaman "bahaya tersembunyi" dari atas: pohon perindang yang rimbun namun rapuh.
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Bangunan SDN 2 Jimbaran, Begini Dampaknya
Insiden terbaru pecah pada Rabu pagi (13/5/2026) di ruas jalan wilayah Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Baca Juga: Tiga Pohon Tumbang Sekaligus di Manggis, Kandang Hancur dan Satu Ternak Mati
Sebatang dahan raksasa dari pohon mahoni dengan panjang mencapai 6 meter dan diameter 40 sentimeter patah dan melintang di badan jalan, memicu kemacetan di pagi hari.
Pemicu: Benturan Kendaraan Berat
Berbeda dengan kasus biasanya yang dipicu cuaca buruk, hasil kaji cepat BPBD Jembrana menunjukkan penyebab yang mengkhawatirkan. Meski cuaca sedang cerah berawan, dahan tersebut patah setelah terhantam badan truk bertonase besar yang melaju dari arah Barat (Gilimanuk) menuju Timur (Denpasar).
Ketinggian kendaraan besar yang melintas di jalur ini terbukti menjadi ancaman serius jika tidak dibarengi dengan pemangkasan dahan yang memadai.
Respons Cepat BPBD Jembrana
Arus lalu lintas sempat tersendat akibat dahan yang menutupi sebagian badan jalan. Beruntung, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II bersama Pusdalops BPBD Kabupaten Jembrana bergerak taktis ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
"Penanganan langsung kami lakukan di tempat. Dahan yang mengganggu badan jalan segera dipotong dan dievakuasi sehingga lalu lintas kembali normal," ungkap I Komang Ratawan, petugas Pusdalops BPBD Jembrana.
Alarm bagi Keselamatan Jalan
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam insiden di Banyubiru ini, peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi instansi terkait. Catatan sebelumnya menunjukkan bahwa pohon tumbang atau dahan patah di jalur ini sudah beberapa kali menelan korban jiwa.
Ada dua faktor utama yang kini menghantui pengguna jalan. Antara lain:
1. Faktor Alam: Angin kencang dan akar pohon yang mulai melapuk.
2. Faktor Teknis: Cabang pohon yang terlalu rendah sehingga rawan tersangkut kendaraan besar (truk/bus).
Imbauan kepada Pengguna Jalan
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintas di jalur padat kendaraan tersebut. Di sisi lain, masyarakat mendesak adanya evaluasi rutin dan perampingan pohon perindang oleh pihak berwenang guna meminimalisir potensi maut yang datang dari arah atas. [*]
Editor : Hari Puspita