AMLAPURA, Radar Bali.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Karangasem sejak Sabtu (16/5/2026) malam memicu rentetan bencana tanah longsor di sejumlah titik.
Baca Juga: Tebing Longsor, Akses Jembatan Peken Belayu – Kukuh Dibatasi untuk Kendaraan Berat
Tak hanya merusak hunian warga, material longsor juga melumpuhkan akses menuju destinasi wisata populer.
Baca Juga: Ancaman Longsor di Mana-mana, Bangli Hijaukan Kawasan Pura Dalem Buungan untuk Cegah Bencana
Dampak Kerusakan di Berbagai Kecamatan
- Kecamatan Sidemen: Proyek galian di Banjar Dinas Pungutan mengalami longsor hebat dengan panjang mencapai 50 meter dan ketinggian 15 meter. Akibatnya, akses jalan menuju Gembleng Waterfall tertutup total oleh material tanah. Masih di Sidemen, dua kamar tidur milik I Wayan Budiasa di Desa Sangkan Gunung terancam ambruk akibat senderan rumah yang jebol.
- Kecamatan Abang: Senderan tempat suci (sanggah) milik I Nyoman Putrayasa di Desa Bunutan ambrol sepanjang 2 meter dengan ketinggian 3 meter.
- Kecamatan Bebandem: Di Desa Jungutan, dinding rumah warga jebol dihantam terjangan air hujan yang sangat deras.
Plt. Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengonfirmasi bahwa beberapa penghuni rumah yang terdampak telah disarankan untuk mengungsi ke rumah kerabat demi keamanan.
"Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk tetap waspada. Jika hujan lebat kembali turun, segera cari tempat yang lebih aman untuk menghindari longsor maupun pohon tumbang," tegas Arimbawa.[*]
Editor : Hari Puspita