DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kemunculan ikan predator Hiu di laut Nusa Dua dianggap hal biasa karena makhluk tersebut adalah top predator. Keberadaan hiu justru menjadi pertanda baik karena menandakan ekosistem lautan di kawasan tersebut dalam kondisi sehat.
Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Nengah Bagus Sugiarta menjelaskan bahwa sebagai top predator, hiu hadir karena adanya rantai makanan atau mangsanya.
"Berarti terumbu karangnya bagus, ikan kecil yang makan karang bagus, juga ikan yang lebih besar makan daging, hingga predator yang lebih besar lagi seperti hiu ini ada," jelasnya.
Kemungkinan lain munculnya hiu tersebut adalah karena faktor tidak sengaja saat memburu mangsa hingga akhirnya nyasar ke perairan Nusa Dua.
Baca Juga: Liburan Sekolah Lebih Berkesan dengan School Break Holiday Package di Grand Whiz Hotel Nusa Dua
Selain itu, Sugiarta menambahkan bahwa laut di sekitar Bali juga kerap menjadi jalur migrasi mamalia besar. "Jangankan hiu, paus saja sering terdampar, kan? Karena memang perairan kita di Bali ini adalah tempat migrasinya paus," terangnya.
Untuk memastikan hal tersebut, Sugiarta mengatakan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui fenomena munculnya hiu secara pasti.
Menurutnya, faktor yang memengaruhi pergerakan biota laut bisa beragam, mulai dari sampah plastik hingga perubahan suhu.
"Dari tim kedokteran hewan biasanya yang meneliti apa penyebabnya. Kadang bisa dijumpai plastik dan lain sebagainya. Butuh waktu lama untuk menyimpulkan apakah karena perubahan suhu atau hal lain. Macam-macam," jelasnya.
Sugiarta menegaskan, kehadiran hiu adalah indikator positif bahwa ekosistem laut tersebut hidup karena memiliki predator puncak. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi perairan yang tidak seimbang seperti lebih banyak ikan herbivora.
"Sebenarnya itu indikator bagus kalau ada top predator, nanti yang berkembang justru ikan-ikan herbivora, ikan-ikan," tegasnya.
Sementara itu, pihak pengelola kawasan The Nusa Dua memastikan hingga saat ini belum menemukan situasi yang menimbulkan kepanikan maupun menerima laporan yang meresahkan dari masyarakat serta wisatawan.
Baca Juga: Selebgram Donna Fabiola dan Suami Terancam Hukuman Mati, Gegara Jualan Kokain dan MDMA
Pada hari Jumat (22 Mei 2026), Tim Patroli ITDC, petugas kepolisian, dan tim Pengamanan Objek Vital kawasan The Nusa Dua memang sempat melihat keberadaan objek menyerupai ikan di area tengah laut, namun objek tersebut tidak mendekati bibir pantai.
Kendati demikian, General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika dalam siaran persnya menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah objek tersebut merupakan hiu atau bukan, dikarenakan posisinya yang berada jauh di tengah laut.
"Sebagai informasi, fenomena serupa pernah terjadi pada tahun 2013 dan 2019, di mana hiu jenis blacktip yaitu jenis ikan hiu yang cenderung pemalu, menghindari manusia, dan tidak berbahaya—terlihat mendekati perairan pantai karena mengikuti jalur plankton dan pergerakan ikan kecil," kata Agus Dwiatmika.
Saat ini, pihak ITDC bersama Kepolisian Air dan Udara (Polairud) serta Balawista terus melakukan pemantauan dan pengecekan secara berkala di area pantai secara rutin untuk memastikan kawasan tersebut tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan secara berkala apabila terdapat informasi terbaru yang telah terverifikasi," pintanya.***
Editor : M.Ridwan